Home

10 Jul 2011

vonis yang buruk, dok!

seperti mendapat vonis terburuk dari dokter. ini lebih buruk daripada ketika aku disuruh untuk melakukan terapi makan 3 jam sekali dari dokter yang kemarin. mengerikan. rasanya seperti aku tidak tau harus melangkah dengan tangan atau dengan kaki. atau seperti harus duduk di meja atau di kursi.

yang jelas aku sudah tidak bersemangat lagi ketika dokter itu membacakan hasil foto rontgen dari paru2 saya. aku memang tidak paham dengan bahasa2 kedokteran. yang aku tau hasil dari foto rontgen itu buruk. itu saja. dan seperti divonis mati rasanya. berlebihan. tapi cukuplah membuat kepala pening dengan teramat sangat.

ada banyak hal yang aku pikirkan sembari mendengarkan si dokter mengoceh menjelaskan hasil rontgen. skripsi. bagaimana nasib skripsi? paskibraka. aku berjanji akan menjadi pelatih paskibrakan kota lagi taun ini. bagaimana jika ternyata aku tidak diijinkan oleh mama papa?

aku butuh sesuatu. butuh pengalih perhatian. butuh seseorang. seseorang yang bisa menguatkan aku. butuh apa? aku bahkan tidak tau apa yang sedang aku butuhkan. aku butuh kesembuhan. itu saja.

8 Jul 2011

harus bergerak

selalu menangis setiap mengakhiri percakapan dengan kakakku. aku tau dia melatih aku untuk bisa lebih diandalkan. tapi aku selalu berlari. aku selalu diam. aku selalu mengelak bahwa kini seharusnya aku lah yang bertindak. tapi aku masih diam. aku tetap tanpa kata dihadapan mereka. aku tak bisa menguatkan mereka. aku tak berguna.

aku selalu hanya bisa diam setiap kali dia berkata bahwa aku harus bisa meyakinkan mereka untuk ikhlas. demi papa yang telah berjuang untuk kami selama ini. tapi aku toh tetap diam. aku tetap menjadi pecundang. aku tetap hanya bisa menangis.

dan ketika aku sendiri tertimpa masalah. air mata sudah habis. aku harus mengakhiri semua ini. aku harus bergerak. entah bagaimana caranya. aku tidak bisa tinggal diam lagi. aku sedang berusaha untuk menjadi seseorang yang berguna. dan bukan hanya seonggok daging yang bisa bernafas dan bisa berjalan.

thanks, writers...

betapa gw harus berterima kasih kepada Stephanie Mayer karena telah sering menghibur saya dengan tulisannya yang tidak pernah menjemukan walau telah membacanya puluhan kali. twilight. cuma itu yang paling sering jadi pilihan bacaan ringan gw kalo gw lagi stress ato sakit. setidaknya dengan begitu gw merasa punya seseorang yang bisa mengalihkan dari pikiran gw atas badan yang sakit atau masalah yang menumpuk.

dan betapa gw harus berterima kasih sama Johanna Lindsey atas tulisannya yang berhasil membuat gw bergairah lagi untuk hidup setelah membaca cerita-cerita penuh gairahnya. membuat gw inget kalo ada seseorang yang pasti nunggu gw entah di belahan bumi sebelah mana, yang gw yakin, akan bisa melakukan hal yang sama seperti pria di buku-buku karangannya.

dan betapa gw harus membenci mereka berdua karena membuat gw benci setenagh mati ketika gw harus menutup lembar terakhir buku mereka membuat gw sadar kalo semua yang gw baca hanya ada di buku. dan gw ga akan pernah bisa ngebawa edward cullen buat bisa berada di kasur gw saat itu juga. you wish, jup!!

aku marah pada diriku lagi

sedari tadi aku menangis untuk sesuatu. entah apa yang aku tangisi. yang jelas aku hanya menangis untuk diriku sendiri. memalukan. aku marah. aku muak.

aku benci pada masa laluku. seperti kamu yang tidak pernah menyukai segala bentuk cerita masa laluku. aku benci pada sifat supelku. yang membuatku terus membuatmu merasa cemburu kepada setiap orang yang mendekat kepadaku. dan aku benci sikap melindungi kawanku, hanya untuk kepentingan mereka, padahal aku tau kamu tidak menyukai dia.

aku tidak pandai mengatakan apa2. aku tau semua hanya akan akan menjadi sebuah kediaman yang panjang saja. seperti kita tidak sedang saling berkomunikasi. aku dan kamu, sibuk dengan pikiran sendiri-sendiri.

aku marah. aku benar-benar marah pada diriku sendiri. lagi. aku mengecewakan orang. membuat orang tidak lagi mempercayaiku. aku tidak akan memaksa siapa pun untuk mengerti atas apa yang aku lakukan. aku akan mundur jika itu harus. aku tidak suka menjadi seseorang yang tidak tau terima kasih. aku akan diam jika itu harus. sampai aku bisa memaafkan diriku sendiri. atau setidaknya aku berpura-pura melakukan itu semua sampai kamu bisa memaafkan aku. itupun jika kamu mau.

7 Jul 2011

ada yang harus disyukuri

sepertinya aku lagi gampang tersentuh akhir2 ini. ato emang dasarnya aku ini cengeng ya??

malam jum'at. seperti udah seabad ga ngabisin malem jum'at dirumah. dan malem ini, seperti udah seabad juga ga yasinan jamaah sama papa sebagai imam. bener2 mau nangis rasanya. aku suka. sungguh sangat2 nikmatin suasana mahal kayak gitu. tapi aku takut. seperti ada yang beda. mungkin karena mama kali ini ga ikut yasinan seperti biasa dan cuma terbaring di sofa.

entahlah

Tuhan telah menyisipkan sedikit kebahagiaan2 kecil yang mungkin harus lebih bisa aku syukuri. mungkin aku harus lebih bisa mensyukuri itu daripada menangisi semua ujian yang sedang menimpa kami. kebahagiaan dengan teman2 seperti dilla dan nanda. dan pria baik hati seperti deddy yang selalu ada untukku.

thanks God.

setara sama mana??

mungkinn aku yang sudah terlalu lama tidak menyambangi kota kelahiranku sendiri. ketika siang tadi mencoba untuk menjamah kota dengan adik semata wayang (dirumah), rasanya begitu banyak yang berubah.

panas? sudah jelas...tapi entah, kota ini semakin jauh dari kat hijau. semua pohon habis entah kemana. baiklah, mau dibawa kemana kota ini dear Pak Marmo??

oke. mungkin ngertilah maksudnya walikota satu itu mau ngebikin semarang kayak apa. ngejadiin semarang sama kaya jakarta dengan punya trans semarang (yang ga jelas), semarang kaya solo yang punya citywalk (tapi ga rimbun blas), bikin kaya jakarta, solo sama bandung dengan ada CFD tiap minggu (walo cuma 1 km). truss???? kapan majunya kalo contohnya aja JAUH beda kondisi perekonomian dan tata kotanya?? bahkan untuk setara saja sulit...

hadeuh...bingung. padahal kata semarang setara ini yang mau gw jadiin bahan skripsi. tapi malah dicela sendiri. ya mau gimana? semarang memang belum pandai, bahkan jau dari kata mampu, untuk melakukan perubahan tata kota. ga seperti bandung yang udah berani nerapin sistem puluhan jalan searah di dalam kota nya. semarang ya semarang. bukan bandung, bukan solo apalagi jakarta.

huah!!! ga tau. semakin pengen ninggalin kota ini. ga bakal betah gw kerja disini. bener2 kota yang udah crowdnya pake panas bener2 bikin ga tahan. ah, manapun lah. dimana aja gw kerja, gw siap. yang penting, LULUS dulu yuk jup....

6 Jul 2011

cinta gw dibeli dengan sebatang ponsel















Purple Sony Ericsson W380
ini HP pertama yang pernah gw dapet dari orang selain keluarga gw. well...someone ever gave it to me as a gift. an anniversary gift, he said. padahal uda lewat anniv, dan ultah gw juga belom. waktu itu, ini HP emang ceritanya lagi gw idam2in banget karena warnanya yang so so so pretty. kedua gw suka karena waktu itu HP gw emang sudah selayaknya untuk diganti karena keseringan error. sampe akhirnya 2 hari sebelum gw dapet HP ini akhirnya HP gw mati total, dan tha thaaa....... dua orang sahabat nya yang baik hati yang kebetulan lebih possible untuk memberikan kepada saya karena mereka berada di Solo dan bukan di ehm...sebut saja luar kota seperti dia nemuin gw.
kejadian berlangsung di sebuah toko aksesoris cewek yang sekarang udah dibongkar di SGM, dan waktu itu mungkin gw bakal menarik lebih banyak orang buat ngerubutin kalo aja gw lupa inget kalo itu bukan di utan!!
well....kado termahal yang pernah gw terima. dan gw bingung, dan gw cuma bisa nangis, marah sama si dua kurir yang super baik hati itu, dan hmmm.....setelah menimbang, menimang dn menimbang lagi, yauda...gw bawa pulang. mau gimana lagi. dengan pertengkaran yang penuh dengan air mata by phone setelahnya, akhirnya gw terima juga itu HP. namun, umurnya tak panjang. sekarang HP itu udah ngendon di laci lemari telpon rumah gw gak lama setelah beberapa bulan gw kasiin ke adek gw.












Nokia 6610
masih dari orang yang sama. cuma kali ini memang didedikasiin langsung dari yang bersangkutan dengan alasan, "biar kamu ga usah ganti2 sim card". oke...untuk yang ini saya dengan senang hati menerima. bukan karena apa, tapi ini menggunakan kepentingan dirinya sebagai alasan, rasanya cukup bisa diterima mengingat satu2nya alat komunikasi kami hanya kartu As (punya gw) dan Simpati (punya dia). dan sekarang?? HP nya lagi dibawa sama maling. abis udah gak gw pake lagi (karena ga dibolehin sama pacar gw), gw kasiin ni HP ke adek gw. eh taunya pulang2 dia uda ngamuk2, katanya HP nya dimaling di bis. oke. lengkap!!













Nokia E71
hah.hah.hah.
rasanya pengen ketawa kalo gw pernah ngebawa satu HP seri mahal ini. mana mampu gw beli HP semahal itu. jaman papa masih sukses sampe lagi rempong kaya sekarang juga ga bakalan gw dibeliin HP lebih mahal dari HP beliau.
terus dari siapa ini? dari someone yang lain. sepertinya karena berbuntut dengan ketidaksukaannya karena saya masih menggunakan si ungu, akhirnya saya diberi smartphone ini secara cuma2 dengan dalih dia pengen ganti BB. kata dia daripada dijual, harganya jatuh dan bla bla bla. oke...gw terima setelah gw bilang ke nyokap. well....ini jadi hadiah paling mahal gw sekarang.
tapi saya tau, ada yang bermasalah disini. entah dengan niat ngasihnya atau emang dasar orangnya, beberapa kali HP ini sempat ganti empu (alias bolak balik dari gw ke dia). beeeuuhh....uda ilfeel, sampe akhirnya sebelum putus, secara tidak diketahui, HP ini diambil dari tas gw dan dituker sama HP lama gw. yeah!!!saya kembali menjadi orang biasa lagi. sukses!!

rasanya pengen ketawa kalo inget. cinta gw dibeli dengan sebatang ponsel. ah....gw ogah lagi dikasih2 hadiah2 mahal. wait...kecuali ada yang mau ngasi gw fortuner ding. lalalalala~

aku tidak suka menjadi LABIL

LABIL.
sekarang aku sedang menjadi makhluk super labil.
beberapa menit aku bisa meyakinkan diriku bahwa semua akan baik-baik saja.
beberapa jam selanjutnya aku akan menangis tersedu-sedu hingga mukena atau sarung bantalku basah oleh air mataku.
dan aku benci menjadi si makhluk LABIL.

kangen mama

aku kangen. kangen mama yang ngelepasin kacamata ketika aku tertidur di depan tivi atau saat membaca buku. rindu mama yang ngelepasin headset waktu aku ketiduran abis capek nyanyi teriak-teriak dikamar. kangen mama yang nutupin pintu kamar waktu malem aku tidur lupa nutup pintu. kangen mama yang benerin bed cover ku yang cuma nutup setengah badanku setiap kali aku demam. sekarang? bahkan aku mencoba untuk meminimalisir berbicara dengan beliau. menahan diriku sendiri untuk tidak menangis ketika melihatnya yang tubuhnya semakin mengecil.

get well soon mama....
:'(

4 Jul 2011

saya capek!!!!

saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek saya capek !!!!!!!!!!!

saya benar2 tidak pernah merasa selelah ini pada semua ujianNya. semua akan baik2 saja, semua berkata begitu. tapi bagaimana jika saya memang capek??

ingin bisa sujud lebih lama

oke...sangat sulit ketika kau ingin bersujud lebih lama, namun kau harus bertahan dengan rasa sakit yang menusuk ketika kau bersujud lebih dari 5 detik. ironis.

ini jadi seperti catatan harian terpanjang

harus dengan seperti ini Tuhan menguji aku lagi. apakah aku terlihat mulai menjauh dariMu Rabb hingga Kau menguji dengan sakit seperti ini??

harus dengan seperti ini agar aku menyadari betapa penting aku menjaga tubuhku yang terlalu sering aku forsir. atau mungkin dengan seperti ini sehingga aku bisa sedikit mengundurkan diri dari menjadi perokok pasif. oh sungguh, berbahagialah kalian yang bisa bernafas dengan sebanyak-banyaknya udara yang ingin kalian masukkan ke dalam rongga dada kalian. bukan dengan penuh keterbatasan seperti ini.

keterbatasan dalam banyak hal, aku maksud. aku tidak bisa mendaptkan pengobatan seperti apa yang seharusnya pasien lain dapatkan karena ada yang lain yang lebih membutuhkan alokasi pembagian uang yang masuk ke keluarga. mungkin kalian masih berpikir, adakah yang lebih penting di keluarga kami daripada kesehatan? ada. selalu ada yang lebih penting daripada yang terpenting. aku toh masih sanggup menahan sakitnya. hanya tinggal rebahkan badanku, tarik bed cover agar tubuhku tak menggigil, dan tidur.

bahkan untuk berbicara saja aku enggan. termasuk dengan keluarga dirumah. satu-satunya orang yang paling aku ajak banyak bicara hanya deddy. dan Tuhan tentu saja. tapi disini aku membicarakan kata "bicara" dalam artian mengeluarkan suara. aku membutuhkan tenaga ekstra untuk bersuara. sebuah pilihan yang dilematis. diam dan aman, atau bicara sedikit dan kau akan butuh waktu ekstra untuk menemukan nafas normalmu yang selanjutnya. selalu terbatuk setiap bicara dan terengah setiap sedikit banyak beraktifitas memaksa aku untuk lebih banyak diam. tidak beraktifitas, bahkan termasuk menulis.

ya...aku sudah berani menulis karena sudah 3 hari ini aku tidak demam. tentu saja aku sudah merasa pengobatan pribadiku telah menunjukkan banyak perkembangan. siapa yang butuh obat? aku tidak butuh obat. yang aku butuh sekarang hanya cukup berisitirahat dan doa dari orang-orang sekitar.

orang-orang sekitar? ah...ingin aku menangis jadinya. baru saja membuka semua akun dunia maya dan aku telah menemukan puluhan mention untukku. berbagai doa dari teman-teman terbaikku. dan yang paling membuatku ingin menangis adalah 2 posting di blog sahabat2ku? ah...mereka bukan sahabat...mereka malaikat Tuhan untukku!!!

aku rindu rasanya menghela nafas panjang. sungguh. telah lebih dari 2 minggu aku tidak bisa bernafas dengan normal. semua orang berkata. aku akan baik2 saja. tentu saja. aku percaya itu. tentu saja aku belum ingin menjadi berita duka bagi kawan2ku seperti apa yang aku dengar saat aku sakit kemarin. 3 berita duka dalam waktu 3 hari berturut-turut. dan aku merasa sangat bersedih ketika aku tidak bisa menghadiri pemakaman mama sahabatku, Wanti. aku memang tidak banyak mengenal beliau, tapi yanga ku tau, dialah sang pencipta Wanti, yang telah membesarkan Wanti hingga sebesar ini. dan aku berani yakin, bahwa beliau adalah orang yang hebat karena telah berjuang melawan sakitnya setelah sekian lama. seperti apa yang terjadi pada Ayah kakak iparku, Mas Verdi yang tiba2 terkena serangan jantung. dan apa yang menimpa adik dari Eyang Kakung. aku hanya bisa mendoakan, tempat terbaik telah Allah sediakan untuk mereka di sisiNya.

aku ingin menghela nafas panjang lagi jika aku diijinkan. aku ingin beraktifitas sehingga aku tidak hanya menjadi sampah dirumah ini Tuhan. aku ingin mengurangi beban mereka. ini sudah terlalu banyak. jangan Kau tambah lagi. selesaikan saja semua yang telah terjadi. dan biarkan Kami menuai hasil kesabaran kami selama ini. aku menunggu, jika Engkau memang selalu online.