Dulu, saya selalu merasa kecil ketika saya berdiri dan memandang garis batas cakrawal di ujung pandang. Berada di pinggiran jutaan kibik air membuat saya terkadang merasa kecil. Merasa kecil karena saya tak pernah berani untuk menari bebas di permukaan atau di dalamnya. Namun rasa kecil itu sempat akhirnya menghilang, ketika saya menemukan sejumput keberanian untuk menenggelamkan diri bersama milyaran partikel-partikel di dalam lautan. Saya merasa, saya ternyata tidak begitu kecil. Saya bisa berteman dengan mereka.
Tampilkan postingan dengan label eyes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eyes. Tampilkan semua postingan
30 Agu 2014
22 Sep 2013
Lessons of the day : The Holiday
What do you usually do when you having a short holiday??
Bangun siang. Bersih-bersih kamar. Hot coffee (Oh i don't need to mention it, it always be the best partner in my each morning). Loud music all day long. Movie-ing. Blogging. Oh....it such a heaven time.
Rasanya menyenangkan bisa mengatur waktu senggangmu sendiri. Dengan atau tanpa teman di hari libur, dengan atau tanpa acara, saya selalu menyukai semua bentuk hari libur. Seperti siang ini, ditemani dengan sepiring nasi opor ayam hasil beredar mencari warteg yang buka and unfortunately I met my frends there as my saviour, karena warteg yang saya datangi kebetulan sangat penuh dengan bapak-bapak yang saya berani bertaruh sudah seumuran Papa saya dirumah, i spent my time with a movie.
The Holiday. Sebuah film keluaran tahun 2006. Bukan film-film yang sepertinya masuk jajaran box office pada masanya. But I love it somehow. Sebuah film yang bercerita tentang hasil escaping from a broken heart situation. Classic. Hahaha....film drama ala ala ftv yang bikin galau gitu sik. Sebenernya yang bikin galau karena kenapa Jude Law begitu tampan dan rupawan, dan dia bukan pendamping sayaa :|
Dari film ini saya jadi memahami banyak hal. Bahwa iya, meninggalkan sebuah permasalahan tidak akan membuat hati menjadi tenang. Escaping is escaping. Even it's near or far. And yeah...very me. That an unfinish business always be an unfinish business. Hahaha....business apa lagi sih Jup, sok kebanyakan bisnis aja deh..
Dua. Even a tear can be so helpfull. Ya, bahwa kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dan ya, ketika tidak ada seorangpun yang bisa diajak berbagi, bahkan setetes air mata dapat begitu membantu. Bukan untuk menyelesaikan masalah. Hanya membantu untuk melepaskan udara-udara kekesalan yang begitu menyesakkan. ceilah...bahasa lau jup.
Three. You never know how it would be ending, not when you even never try to start. Brave, faithful and believe. Only me that could toughen my self.
Damnly, kadang melaksanakan tidak semudah menulis semua lessons of the day ini. Oh....it's oftenly i mean.
Bangun siang. Bersih-bersih kamar. Hot coffee (Oh i don't need to mention it, it always be the best partner in my each morning). Loud music all day long. Movie-ing. Blogging. Oh....it such a heaven time.
Rasanya menyenangkan bisa mengatur waktu senggangmu sendiri. Dengan atau tanpa teman di hari libur, dengan atau tanpa acara, saya selalu menyukai semua bentuk hari libur. Seperti siang ini, ditemani dengan sepiring nasi opor ayam hasil beredar mencari warteg yang buka and unfortunately I met my frends there as my saviour, karena warteg yang saya datangi kebetulan sangat penuh dengan bapak-bapak yang saya berani bertaruh sudah seumuran Papa saya dirumah, i spent my time with a movie.
![]() |
| The Holiday DVD Cover (Google) |
The Holiday. Sebuah film keluaran tahun 2006. Bukan film-film yang sepertinya masuk jajaran box office pada masanya. But I love it somehow. Sebuah film yang bercerita tentang hasil escaping from a broken heart situation. Classic. Hahaha....film drama ala ala ftv yang bikin galau gitu sik. Sebenernya yang bikin galau karena kenapa Jude Law begitu tampan dan rupawan, dan dia bukan pendamping sayaa :|
Dari film ini saya jadi memahami banyak hal. Bahwa iya, meninggalkan sebuah permasalahan tidak akan membuat hati menjadi tenang. Escaping is escaping. Even it's near or far. And yeah...very me. That an unfinish business always be an unfinish business. Hahaha....business apa lagi sih Jup, sok kebanyakan bisnis aja deh..
Dua. Even a tear can be so helpfull. Ya, bahwa kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dan ya, ketika tidak ada seorangpun yang bisa diajak berbagi, bahkan setetes air mata dapat begitu membantu. Bukan untuk menyelesaikan masalah. Hanya membantu untuk melepaskan udara-udara kekesalan yang begitu menyesakkan. ceilah...bahasa lau jup.
Three. You never know how it would be ending, not when you even never try to start. Brave, faithful and believe. Only me that could toughen my self.
Damnly, kadang melaksanakan tidak semudah menulis semua lessons of the day ini. Oh....it's oftenly i mean.
29 Des 2012
Petisi Ratna Sarumpaet : Bubarkan FPI Segera!
Lagi asyik browsing di komunitas-komunitas diskusi yang peduli sama negara, nemu link yang cakep banget. Boleh ikut sign petisi disini
----------------------------------------------
Bubarkan FPI Segera!
Adalah mustahil mengingkari amanat konstitusi bahwa
kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat merupakan hak
azasi manusia yang dilindungi undang-undang.
Sejak pertama beridri awal reformasi, rakyat menyaksikan dan media mencatat, FPI telah ratusan kali mengganggu keamanan / ketertiban, menyebarluaskan permusuhan dan kebencian antar suku, agama, ras, gender dan antar golongan bahkan perorangan.
21 Des 2012
i need to lock my mouth to talk about fashion
agak berbuat dosa apa ya, keseringan mengkritik cara orang berpakaian. well...sebagai seorang yang tidak fashionable sepertinya gue terlalu berani untuk melakukan hal-hal yang (seharusnya hanya dilakukan oleh orang-orang) bersifat profesional semacam itu. seringkali saya tidak terlalu mudah memberikan penilaian kepada bagaimana sifat dan watak seseorang. well...tapi kalau untuk gaya berpakaian, seringkali hal-hal seperti muncul dengan sendirinya di mata gue.
oke, sebutlah gue bukan hijaber (entah kenapa sekarang istilah hijaber itu dipakai HANYA UNTUK mereka yang modis dalam berjilbab, padahal hijab itu sendiri diartikan sebagai penutup aurat bagi wanita terutama rambut, kepala dan dada). gue juga bukan orang yang punya style khusus dalam berpakaian. misal anak vintage, selalu pakai rok/gamis, atau malah pantang pakai rok/gamis (elah...sebut aja tomboy lah ya). gue suka ngasal ketika memilih busana sebelum pergi. i mean in daily life, biasanya baju yang gue pake itu hanya tergantung pada : kemana, dengan siapa, naik apa. jika tidak ada opsi spesial dari salah satunya, jangan harap lo bisa nemuin gue berbusana 'tidak biasa'.
oke, sebutlah gue bukan hijaber (entah kenapa sekarang istilah hijaber itu dipakai HANYA UNTUK mereka yang modis dalam berjilbab, padahal hijab itu sendiri diartikan sebagai penutup aurat bagi wanita terutama rambut, kepala dan dada). gue juga bukan orang yang punya style khusus dalam berpakaian. misal anak vintage, selalu pakai rok/gamis, atau malah pantang pakai rok/gamis (elah...sebut aja tomboy lah ya). gue suka ngasal ketika memilih busana sebelum pergi. i mean in daily life, biasanya baju yang gue pake itu hanya tergantung pada : kemana, dengan siapa, naik apa. jika tidak ada opsi spesial dari salah satunya, jangan harap lo bisa nemuin gue berbusana 'tidak biasa'.
18 Des 2012
draw in Google engine search
When you were in Google Homepage, maybe you can try to find this logarithm
| sqrt(cos(x))*cos(300x)+sqrt(abs(x))-0.7)*(4-x*x)^0.01, sqrt(6-x^2), -sqrt(6-x^2) from -4.5 to 4.5 |
The Mallarangeng(s) goes down
Kalau ada yang bilang gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga, rasanya emang bener itu maknanya. Dan ini hampir berlaku untuk semua aspek kehidupan. Bahwa sesuatu yang buruk sebagian bisa mengakibatkan sesuatu yang baik lainnya jadi ikut tercemar dan terkena dampak buruknya.
Lagi asik sarapan, nonton berita di salah satu TV berita. Ceritanya Rizal Mallarangeng sedang menggugat Tempo yang memasang ilustrasi karikatur dirinya dengan dua saudaranya yang lagi jadi tersangka kasus korupsi terkait proyek Hambalang, sedang menggotong kantong-kantong dengan lambang $ didepannya. Dan ngga tanggung-tanggung dia menuntut Tempo untuk minta maaf atas pemasangan karikatur dirinya, dengan memasang permintaan maaf dari Redaksi di COVER MUKA MAJALAH juga. Atau dia bakal bawa kasus ini ke masalah perdata di pengadilan, ha. ha. ha.
![]() |
| Taken from Google |
Langganan:
Postingan (Atom)

