lalu? bagaimana saya menjalani hubungan saya dengan dia? ya...kami saling bertukar kabar seadanya waktu. bertemu di kala rindu atau jika ada lebih waktu dan uang. bercanda dikala suntuk mulai menyapa. marah ketika yang lain mulai membuat hati jadi kesal. bercerita ketika ada kejadian yang ingin dibagi. menonton film jika enggan pergi kemana2. melihat kucing yang asik makan tanpa bahasa dengan pikiran yang sebenarnya mungkin tidak berada di situ.
lalu? bagaimana perasaan saya terhadap dia?
saya menghargai dia sebagai seorang kawan. tentu saja karena kami pun kenal dari sebuah acara di Depok yang membuat saya dan dia secara tidak sengaja bertemu. saya menyukai dia sebagai
lalu bagaimana status saya dengan dia? untuk saat ini kami teman, sahabat, saudara dan pacar. semuanya terjalin tanpa status, tanpa hari jadi dan tanpa ulang tahun.
bagaimana dia menerima keadaan ini? dia menerimanya dengan bahagia. saya dan dia memang tidak ingin ada status. itu hanya membuat semuanya menjadi buruk. kami ingin menjadi kawan bersama selamanya. tanpa ada awal dan akhir. bukan seperti pacar yang bisa saja putus di tengah jalan. kami memiliki ikatan yang lebih kuat daripada itu. kami terjaga oleh sebuah komitmen. lemah memang. tapi kami mencoba menjalaninya saja. toh, status bukan segalanya bagi kami.
siapa dia?
dia bernama Deddy Poernama Shakti. laki-laki periang yang selalu bisa mengukir senyum di wajah saya. laki-laki manja yang harus saya ayomi setiap waktu, karena saya tau dia hanya bisa menjaga baik kucing putihnya snowy, dan bukan menjaga dirinya sendiri. laki-laki yang berasal dari pulau seberang yang membuat saya jadi lebih melek budaya dan pengetahuan. laki-laki seprofesi tapi beda generasi dan spesialisasi ini membuat saya suka karena saya memiliki lawan bicara yang bisa mengerti apa yang saya inginkan dan saya dalami sekarang. laki-laki yang jauh banyak tau tentang agama saya ini membuat saya tenang karena saya jadi punya imam yang tidak hanya membacakan saya surat An-Nas dan Al-Ikhlas. laki-laki ini, dia adalah saviour saya. setidaknya itu yang saya bisa katakan tentang tentang dia. sekarang. tidak akan ada yang tau bagaimana saya dan dia besok. biarkan saja Tuhan merencanakan yang terbaik untuk dia, untuk saya, untuk masa depan kami.
