Home

15 Jun 2011

dia pacar baru saya??

saya menyebut dia pacar baru saya, padahal kami tidak ada status seperti itu. ah, biar saja. status untuk saya hanya dua, menikah dan tidak menikah. mau dibilang saya jaim karena tidak pasang status di FB?? nggak juga. bukan jamannya lagi aja menurut saya.

lalu? bagaimana saya menjalani hubungan saya dengan dia? ya...kami saling bertukar kabar seadanya waktu. bertemu di kala rindu atau jika ada lebih waktu dan uang. bercanda dikala suntuk mulai menyapa. marah ketika yang lain mulai membuat hati jadi kesal. bercerita ketika ada kejadian yang ingin dibagi. menonton film jika enggan pergi kemana2. melihat kucing yang asik makan tanpa bahasa dengan pikiran yang sebenarnya mungkin tidak berada di situ.

lalu? bagaimana perasaan saya terhadap dia?
saya menghargai dia sebagai seorang kawan. tentu saja karena kami pun kenal dari sebuah acara di Depok yang membuat saya dan dia secara tidak sengaja bertemu. saya menyukai dia sebagai seorang sahabat, dimana saya bisa membagi semua keluh kesah dan cerita bahagia saya kepada dia. tentu saja karena dia adalah pendengar yang sangat baik (Akan beda cerita kalau dia sedang mengantuk, sungguh, dia bisa saja tertidur ketika saya sedang bercerita panjang lebar). saya mengagumi dia sebagai seorang stranger. tentu saja untuk saya dia adalah stranger, karena dia memiliki banyak kesukaan yang tidak pernah menjadi kesukaan saya. namun itulah yang membuat saya kagum, karena saya jadi lebih banyak tau dari dia tentang apa yang saya tidak tau. saya menyayangi dia seperti seorang saudara. tentu saja karena dia bisa memahami benar bagaimana keadaan keluarga saya sekarang karena dia sendiri pernah mengalami hal demikian. saya mencintai dia seperti seorang kekasih. untuk yang ini, saya sendiri tidak pernah tau apa alasannya.

lalu bagaimana status saya dengan dia? untuk saat ini kami teman, sahabat, saudara dan pacar. semuanya terjalin tanpa status, tanpa hari jadi dan tanpa ulang tahun.

bagaimana dia menerima keadaan ini? dia menerimanya dengan bahagia. saya dan dia memang tidak ingin ada status. itu hanya membuat semuanya menjadi buruk. kami ingin menjadi kawan bersama selamanya. tanpa ada awal dan akhir. bukan seperti pacar yang bisa saja putus di tengah jalan. kami memiliki ikatan yang lebih kuat daripada itu. kami terjaga oleh sebuah komitmen. lemah memang. tapi kami mencoba menjalaninya saja. toh, status bukan segalanya bagi kami.

siapa dia?
dia bernama Deddy Poernama Shakti. laki-laki periang yang selalu bisa mengukir senyum di wajah saya. laki-laki manja yang harus saya ayomi setiap waktu, karena saya tau dia hanya bisa menjaga baik kucing putihnya snowy, dan bukan menjaga dirinya sendiri. laki-laki yang berasal dari pulau seberang yang membuat saya jadi lebih melek budaya dan pengetahuan. laki-laki seprofesi tapi beda generasi dan spesialisasi ini membuat saya suka karena saya memiliki lawan bicara yang bisa mengerti apa yang saya inginkan dan saya dalami sekarang. laki-laki yang jauh banyak tau tentang agama saya ini membuat saya tenang karena saya jadi punya imam yang tidak hanya membacakan saya surat An-Nas dan Al-Ikhlas. laki-laki ini, dia adalah saviour saya. setidaknya itu yang saya bisa katakan tentang tentang dia. sekarang. tidak akan ada yang tau bagaimana saya dan dia besok. biarkan saja Tuhan merencanakan yang terbaik untuk dia, untuk saya, untuk masa depan kami.

13 Jun 2011

10 Jun 2011

mau dong sedikit apatis...

emang susah buat jadi orang yang mangkir kerja kalo uda kebiasaan disiplin (ehm...seperti gw contohnya). susah benerbuat bisa cuek sama kerjaan. walo uda pake nita, LIBURAN, tetep aja kalo namanya disiplin ya susah buat diilangin. nasib. antara harus bersyukur dan tidak.

seperti beberapa hari ini. ceritanya bener2 pengen mangkir dari kerjaan di solo, dengan ngabur ke kota orang sendirian, nekat. cuma bermodal dengan uang saku pas2an dan menyandarkan hidup pada dompet orang (lah...). judulnya pengen REFRESHING. tapi kesalahan emang. sekarang gw tau kenapa kakak gw sering banget matiin HP tiap weekend. memang terkadang butuh waktu untuk sendiri. dan sekarang pun hasilnya jadi sama aja. walo uda ngeluyur beratus kilo dari kota asal, tetep juga sms berdatangan silih berganti, siang dan malam, susah dan suka. rawr....

dan sulit sekali buat gw cuekin itu semua sms. amit2 deh yaa......susah beneran jadi orang yang apatis. dan heran gw kenapa dulu temen2 gw bisa pada jadi orang2 apatis begitu. mengabaikan kewajiban yang belum terlaksana dan mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan golongan.

oke. dasarnya bukan pada niatnya. tapi pada dasarnya orang itu sendiri. dan gw emang ngakuin, gw ga ada mental untuk itu (tukang mangkir, red). oke...adakah yang mau mengajarkan saya untuk bisa sedikit bersifat sedikit apatis??

9 Jun 2011

welcome :)

yuhu...i did it again. being the crazy zulfaaul. last i did it i guess when i'm in 6th semester of my college. well...i leave the responsibility, awhile. no matter. i do my job, all, from here. at least i try. i just do not have any idea where i should to refresh the mind of me. i need something new. i need something different. and i found it here, with him..

so welcome to stranger town

5 Jun 2011

5 email tak terbaca

ngakak pake kayang plus salto pas ngebuka satu email yahoo gw yang ga pernah kebuka. well....nemu 5 email dari anak IPB yang waktu itu projectnya gw bantu pas mereka lagi nyari sponsor di pertamina waktu gw magang. dan itu mereka kirim di bulan Agustus 2010!!

ah...itu project terbesar yang pernah gw menangin tendernya. mereka berhasil dapet 150 juta berkat usaha gw. however i'm proud of my work. dan yang paling mengesankan adalah mereka masih sering terkadang contact gw, setelah gw keluar magang. karena memang waktu itu gw ga diijinin buat bilang sebagai anak magang, makanya mereka ngira gw orang pertamina. alhasil, gw jadi sering dapet telpon2 dari anak IPB lagi buat minta tolong di follow up proposal yang mereka kirim di pertamina.

dengan sejuta jurus yang berhasil gw keluarin, akhirnya berhenti juga mereka nelponin gw karena gw kesel dan gw bilang gw udah keluar dari pertamina. aah.....i miss that moment. PERTAMINA. siapa yang ga envy tiap denger nama itu perusahaan. i love to have a worked at there walau cuma sebulan. gw bangga bisa nginjakin kaki sampai lantai 21 nya. gw bangga bisa dengan bangga menulis laporan K3 dengan kertas lembar penilaian yang ada kop PERTAMINA nya. yah....semoga aja gw dikasi ijin buat kerja disana. amin amin amin Ya Allah

i prefer to red than yellow

gw emang suka kuning. but i prefer to red. cuma entah kenapa, gw juga aneh begitu ngebuka lemari baju gw. setidaknya ada 4 setel baju warna kuning disitu. hmm.....sampe2 temen2 kampus gw hafal, cuma 3 warna yang sering gw pake. merah, kuning ato ijo. dan sialnya....emang itu yang paling sering gw pake. padahal gw juga sering pake warna ungu ato orange. tapi tetep aja, dimata mereka, baju kuning kerudung kuning = zulfa.

hmm.....saya harus merubah image. menjadi zulfa si merah. bukan zulfa si kuning. seperti si gandalf yang berubah dari gandalf the white being gandalf the grey. apa kebalik ya?? emang sih, gw sadar ketika gw pake warna kuning, muka gw terlihat lebih cerah ketimbang pake merah. badan gw jg kliatan lebih gemuk. dan.....gw lebih mudah ditemukan. tapi kan, gw pecinta merah, bukan kuning!!

apapun warna yang gw pake, sebenernya jarang buat mengungkapkan mood gw hari itu. seadanya baju yang ketangkep sama mata, suhu dan waktu gw kluar, serta aktivitas yang mau gw lakuin, lebih mendominasi. atau mungkin seadanya baju yang udah disetrika lebih tepatnya.

so tell me how you choose your cloth on your each days??

still hope this never end

X-Man. entah apa yang berbeda dari dia hingga aku bahkan tidak pernah bisa meluapkan amarah. aku terlalu bisa mengerti dan memahami dia. aku terlalu mudah untuk memafkan semua khilafnya yang terlalu sering diulang. mungkin, aku telah menemukan kedewasaanku. atau mungkin, memang semua masalah kami selama ini belum layak untuk membuat aku marah.

rumit. atau sebenarnya kami sendiri yang membuat semuanya menjadi rumit. tapi sudahlah, itu toh telah menjadi keputusan kami berdua. kami masih memiliki mimpi sendiri. kami masih menomorduakan cinta. kami masih menomorsatukan cita-cita. kami berusaha untuk menghargai satu dengan yang lain. setidaknya itulah yang aku rasakan selama ini.

dia seperti pahlawan bagiku akhir-akhir ini. bukan semacam penyelamat seperti spiderman yang bisa mencegah aku untuk tidak jatuh atau dirampok orang. dia adalah penggugah semangat. bukan tempat sampah. tapi dia lah orang pertama yang aku cari ketika aku mendapat sebuah masalah. dan tak peduli betapapun sibuknya dia, dia selalu bisa mendengarkan semua ceritaku. meskipun tak semua saran dari dia solutif, dia ada saja itu sudah cukup.

dia adalah senyum untuk aku. dia selalu bisa membuat aku tertawa ketika aku begitu ingin menangis. dia begitu pandai membuat aku melupakan sejenak masalahku dan mulai bercanda dengannya dalam beberapa waktu yang singkat.

dia memang bukan malaikat. dia memang bukan superstar. dia memang bukan orang yang serba bisa. dia juga bukan seseorang yang seperti apa yang ada dalam mimpiku ketika aku kecil. dia memang seperti itu saja. dan aku sudah cukup menyukai dia yang seperti itu.

sayang? cinta? semuanya bisa menyesuaikan. apapun yang aku rasakan saat ini, aku hanya tidak ingin dia pergi. aku hanya ingin dia yang seperti itu saja. aku hanya ingin dia yang terus menjadi dia. bukan seperti pangeran yang aku impikan. atau malaikat yang selalu ada bersama aku.

Tuhan bisa engatur semua kapasitas seberapa seharusnya aku menyukai dia. aku tidak akan menyukainya terlalu berlebihan. aku tidak ingin Tuhan merasa cemburu dan akhirnya menjauhkan dia dari aku. aku, Tuhan dan dia. kami berkomunikasi dan saling menyukai dengan cara kami sendiri-sendiri. dan seperti apa yang pernah dia katakan sebelumnya padaku, hope this never end...

4 Jun 2011

it's not what i want

kalau dulu gw pernah bilang gw pengen banget punya cowok yang cuek, sekarang kayaknya ga lagi2 beneran gw bilang kayak gitu... sungguh, diperhatikan jauh lebih menyenangkan daripada dicuekin, sekalipun terkadang memiliki intensitas yang berlebihan. everybody has their own way to love someone they love. like me. like you.

the hotel and mr.hot chocolate

a lil bit surprising actually. when i got a text view days a go. from someone, that i almost sure had forget to me. but he doesn't!!

ahaha....mr. hot chocolate. so surprising because i had thinking about him in some hours before he texted me. jadi dimulai dari sebuah perjalanan bersama seorang kawan dari jogja di malam hari. dan malam itu, baru aja gw nurunin dia di kantor dan gw melanjutkan perjalanan pulang ke kos seorang diri. gw ngelewatin sebuah hotel tempat temen2 gw suka transit kalo pada ke solo. well...orang pertama yang gw inget sebenernya bukan dia, tapi deddy.

pikiran terus berjalan sampe motor gw brenti di sebuah lampu merah. gw ngeliat ke arah lampu dan ga tau kenapa tau2 keinget mr. hot chocolate. dan yang gw inget pertama adalah bahwa kita foto2 di satu komplek pecinan di solo jam 2 pagi! gw inget kalo dia mencoba untuk meyakinkan ke gw kalo jembatan yang bakal kita pake foto adalah AMAN. well....saya benci jembatan. seperti apapun bentuknya. fly over sekalipun. dan, pikiran saya terhenti di situ, the light goes to green.

dan mendadak ada sebuah text di beberapa jam kemudian. no name. i don't even know those number before. cuma ga tau kenapa dari sapaan "Dek" dan membicarakan tentang solo, seems i know that is him. dengan bodohnya gw tanya itu siapa, dengan entengnya dia menyebut nama depannya, dan dengan super bodohnya gw tanya nama lengkapnya, karena gw punya 2 temen dengan nama depan yang sama yang manggil gw "dek".

and yang shocking adalah, dia menanyakan info tentang penginepan murah di solo. hahaha.....gw baru mikirin penginepan yang tadi gw lewatin, dan gw mikirin dia, dan dia mendadak tanya tentang penginepan di solo. seperti ada sinyal yang terbang kejauhan nyampe semarang dari otak gw.

bukan apa2. gw bersyukur. karena gw masih bisa bertemen sama dia. karena sepertinya gw ngerasa pernah nglakuin kebodohan dengan memasukkan dia ke dalam kategori "incaran", dan sepertinya dia tau itu. sejak itu gw ga pernah berani contact dia lagi. tapi Tuhan berkehendak lain. dan Tuhan memang menciptakan orang yang baik seperti dia untuk bisa tiba2 membahagiakan wanita2 yang kesepian seperti saya (waktu itu). thanks God...

quote for juph 61

An apology is the superglue of life. It can repair just about anything. 

Lynn Johnston

tanpa identitas

berkaca dari penelitian film dokumenter yang lagi gw bikin bareng temen2 frameworks di kampus, gw jadi banyak tau soal anak jalanan, khususnya anak jalanan Jogja.

well....ternyata tidak semua dari mereka adalah anak2 yang street living. mayoritas dari mereka punya tempat tinggal, mayoritas dari mereka masih punya orang tua, dan mayoritas dari anjal adalah anak yang bersekolah. sungguh menyedihkan.

ada beberapa tipikal anjal yang gw temuin disana. ada yang memang karena keterbatasan biaya, mereka terpaksa turun ke jalan untuk bisa makan dan memenuhi kebutuhan keluarganya. ada yang memang sudah sejak kecil mereka memang tidak bersanak saudara sehingga mereka harus mau tak mau hidup dari apa yang orang berikan di jalanan. ada satu keluarga yang memang khusus untuk mencari uang saja di jalanan. dari nenek, anak hingga cucu nya yang baru sekolah kelas 2SD. dan yang terburuk yang gw liat adalah, adanya beberapa anak yang ternyata sama orang tuanya memang khusus diletakkan di jalanan. padahal si Ibu yang gw temuin bisa dibilang cukup berada dan terawat. what's going on with this f mother!!!!

for God shake, ada beberapa hal yang ternyata gw juga baru tau. identitas. gw hampir ga kepikiran kalo anjal2 ini adalah orang tanpa identitas. tidak ada akte, tidak ada KK, tidak ada KTP. dan guess what?? itulah yang menyebabkan mereka sulit keluar dari jalan. karena ketika mereka memutuskan untuk keluar dari jalan, orang2 di sekeliling mereka akan menanyakan IDENTITAS mereka. untuk sekolah, anak butuh akte. untuk menikah, mereka butuh KTP. untuk KTP mereka butuh akte. birokrasi?? apakah gw bisa nyalahin kerumitan birokrasi disini?? they are special, however... tidak bisakah mereka memberikan sedikit kelonggaran kepada orang2 ini agar tidak lagi memenuhi jalanan?

beberapa kali mencoba menjalin komunikasi dengan mereka. mereka cinta dan benci kepada alanan. mereka suka kebebasan. mereka suka tanpa aturan. sekalipun mereka tidak suka kekerasan. mereka rapuh. tapi hanya kepada jalanan lah mereka bergantung.

ah....beryukurlah kita yang masih bisa merasakan bangku kuliah, tanpa harus membuat ayah ibu kita berjalan puluhan kilometer untuk meminta2 mencari uang lembar demi lembar untuk makan dan bayar kontrakan reyot. bersyukurlah kita masih bisa berkendara dengan kendaraan pribadi dengan nyaman, dan bukan menyusuri aspal jalanan kota yang panas tanpa alas kaki. bersyukurlah kita masih bisa merasakan sejuknya pendingin ruangan, bukannya harus mengandalkan rindangnya dedaunan pohon untuk menghindari teriknya matahari.

sesungguhnya kenikmatan yang diberikan Tuhan kepada kita ini, adalah sebuah ujian juga. syukurilah. agar Tuhan memberikan yang lebih lagi kepada kita semua.

1 Jun 2011

ternyata karena homesick

sebenernya perkara senewen selama ini adalah homesick. nyatanya setelah dapet pencerahan ada waktu buat pulang, kepala sama otak gw langsung entengan gini. rrr....kaya gini mau idup di Makassar. gimana cerita deh....