Selamat Pagi!
Hari ini Indonesia akan punya pemimpin baru. Tempat dimana semua harapan untuk semakin sejahteranya kehidupan ditumpukan kepadanya. Sosok yang diharapkan mampu menjunjung keadilan dan mengurangi kemiskinan hati yang semakin memperkaya orang-orang serakah yang masih bahagia di kursi-kursi pemerintahan KIB 2 yang lalu. Sosok yang dielu-elukan dengan kesederhanaan dan kefanatikan terhadap musik rock ini semoga tak mlempem saat menjadi RI 1 seperti lagu-lagu keroncong musik dari tanah kelahirannya yang sudah mulai hilang tertelan lagu-lagu Top 40 yang diputar 7 kali dalam satu hari di satu stasiun radio. Semoga mulai hari ini Indonesia akan memulai hari baru nya seperti kalimat pertama dalam tulisan singkat ini. Selamat berjuang Pak Jokowi - JK.
20 Okt 2014
1 Okt 2014
when i'm on high
Semakin tinggi kamu berada, semakin kencang angin yang menerpa
Proven!!
Either on high or "high"
Tidak ada naik kelas yang mudah. Well setidaknya ini sudah saya rasakan sejak saya menggunakan seragam setiap hari saat duduk di bangku sekolah. Menjadi tinggi itu sulit. Bahkan berada di ketinggian saja sulit. Ada harga dan kerja keras yang harus dikeluarkan untuk menggapainya.
Namun semua akhirnya akan dibayar sepadan. Suka atau tak suka, Sadar atau tidak, ada pemandangan indah diatas sana. Yang bisa dilihat. Yang bisa dirasa. Hingga kamu mau tak mau akhirnya tau, bahwa kamu telah menaiki banyak anak tangga.
30 Agu 2014
Dulu, saya selalu merasa kecil ketika saya berdiri dan memandang garis batas cakrawal di ujung pandang. Berada di pinggiran jutaan kibik air membuat saya terkadang merasa kecil. Merasa kecil karena saya tak pernah berani untuk menari bebas di permukaan atau di dalamnya. Namun rasa kecil itu sempat akhirnya menghilang, ketika saya menemukan sejumput keberanian untuk menenggelamkan diri bersama milyaran partikel-partikel di dalam lautan. Saya merasa, saya ternyata tidak begitu kecil. Saya bisa berteman dengan mereka.
23 Jul 2014
Kullu kalam addu'a
Saya percaya bahwa semua ucapan bisa menjadi doa. Itu mengapa saya begitu rajin berucap Amin setiap menemukan semua "doa-doa cantik tersembunyi" yang keluar dari bibir-bibir lawan bicara saya.
Seperti pagi ini ketika saya sedang berangkat mengantar doi ke bandara. Kebetulan saya bantu packing dulu pagi ini, jadi kami berangkat dari rumahnya naik taksi.
Agak lucu karena sepanjang perjalanan, si bapak taksi terus berkata keheranan:
"Kok bapaknya duluan sih Bu? Jadi ibu belakangan mudiknya? Emang ngga barengan bu cutinya?"
Dengan lumrah saya menjawab:
"Iya pak. Saya baru libur hari Jumat. Lagian kalo pulang hari Jumat semua, mahal tiketnya..."
Padahal kami memang pulang sendiri-sendiri. Doi ke rumahnya, saya kerumah saya. Di hari yang berbeda dengan tujuan yang berbeda. Bukan karena asas ekonomi penghematan biaya, tapi karena memang kami belum mengeluarkan uang dari satu rekening untuk satu tujuan yang sama.
Dalam hati saya merengut. Saya tidak sedang berbohong kan? Tentu saja karena jawaban saya memang tidak mengada-ada. Dan dia pun tidak bertanya dia siapa saya dan saya siapa dia. Hanya karena kami mulai jalan dari satu tempat yang sama, bukan berarti kami adalah pemilik dari tempat itu.
Dalam hati pula saya berteriak Amin keras-keras. Iya, saya berharap bisa menjawab pertanyaan yang terlontar dengan tanpa berfikir karena harus membuat rangkaian kata jawaban saya tidak terkesan dusta atau menimbulkan prasangka lain.
Kullu kalam addu'a
Setiap perkataan adalah doa. Ah, doakan saya yang baik-baik dengannya. Siapa tau dengan makin banyak yang mendoakan kami, makin didengarNya setiap lantunan-lantunan saya untuknya
Seperti pagi ini ketika saya sedang berangkat mengantar doi ke bandara. Kebetulan saya bantu packing dulu pagi ini, jadi kami berangkat dari rumahnya naik taksi.
Agak lucu karena sepanjang perjalanan, si bapak taksi terus berkata keheranan:
"Kok bapaknya duluan sih Bu? Jadi ibu belakangan mudiknya? Emang ngga barengan bu cutinya?"
Dengan lumrah saya menjawab:
"Iya pak. Saya baru libur hari Jumat. Lagian kalo pulang hari Jumat semua, mahal tiketnya..."
Padahal kami memang pulang sendiri-sendiri. Doi ke rumahnya, saya kerumah saya. Di hari yang berbeda dengan tujuan yang berbeda. Bukan karena asas ekonomi penghematan biaya, tapi karena memang kami belum mengeluarkan uang dari satu rekening untuk satu tujuan yang sama.
Dalam hati saya merengut. Saya tidak sedang berbohong kan? Tentu saja karena jawaban saya memang tidak mengada-ada. Dan dia pun tidak bertanya dia siapa saya dan saya siapa dia. Hanya karena kami mulai jalan dari satu tempat yang sama, bukan berarti kami adalah pemilik dari tempat itu.
Dalam hati pula saya berteriak Amin keras-keras. Iya, saya berharap bisa menjawab pertanyaan yang terlontar dengan tanpa berfikir karena harus membuat rangkaian kata jawaban saya tidak terkesan dusta atau menimbulkan prasangka lain.
Kullu kalam addu'a
Setiap perkataan adalah doa. Ah, doakan saya yang baik-baik dengannya. Siapa tau dengan makin banyak yang mendoakan kami, makin didengarNya setiap lantunan-lantunan saya untuknya
16 Jul 2014
15 Jul 2014
No more cybercrime, Please :(
Selamat sore, para penikmat linimasa
Seru ya menikmati linimasa semua jejaring sosial ketika isu-isu politik dan sosial sedang banyak beredar di masyarakat. Dari yang pro dan kontra, dari saling puji dan cela, dari unggahan gambar lucu hingga tak senonoh, dan juga pesan yang etis hingga tak etis.
Akhir-akhir ini penyebaran informasi terasa semakin bebas, selain juga terasa semakin terasa begitu pesat. Siapa yang merasa bahwa pada Pemilu Capres-Cawapres kali ini, Indonesia terasa sekali sedang pesta demokrasi. Dimana pesta demokrasi ini terasa begitu puncaknya setiap kali debat capres berlangsung. Dari berbagai komentar dan unggahan-unggahan gambar di berbagai medsos yang begitu mudah dibaca oleh siapapun, dapat kita rasakan pesta ini memang tidak hanya dinikmati oleh semua yang menggunakan bendera partai. Tapi bahkan anak sma yang rajin hura-hura seperti saya (laaaah.....).
Seru ya menikmati linimasa semua jejaring sosial ketika isu-isu politik dan sosial sedang banyak beredar di masyarakat. Dari yang pro dan kontra, dari saling puji dan cela, dari unggahan gambar lucu hingga tak senonoh, dan juga pesan yang etis hingga tak etis.
Akhir-akhir ini penyebaran informasi terasa semakin bebas, selain juga terasa semakin terasa begitu pesat. Siapa yang merasa bahwa pada Pemilu Capres-Cawapres kali ini, Indonesia terasa sekali sedang pesta demokrasi. Dimana pesta demokrasi ini terasa begitu puncaknya setiap kali debat capres berlangsung. Dari berbagai komentar dan unggahan-unggahan gambar di berbagai medsos yang begitu mudah dibaca oleh siapapun, dapat kita rasakan pesta ini memang tidak hanya dinikmati oleh semua yang menggunakan bendera partai. Tapi bahkan anak sma yang rajin hura-hura seperti saya (laaaah.....).
30 Jun 2014
Yeay...the Ramadhan is coming.
Do those sentences really shows how excited i am??
Well...i hope it was.
Happy Ramadhan, moslem arround the world.
Thanks Rabb to let me meet this pretty Ramadhan. Even without my youngest sister arround.
But there always a compliment for every losing. Him.
I wish he also can be the compliment of her, forever. Amin.
Do those sentences really shows how excited i am??
Well...i hope it was.
Happy Ramadhan, moslem arround the world.
Thanks Rabb to let me meet this pretty Ramadhan. Even without my youngest sister arround.
But there always a compliment for every losing. Him.
I wish he also can be the compliment of her, forever. Amin.
26 Jun 2014
hati kertas lipat (??)
Katanya bukan waktu yang menyembuhkan luka.
Tapi kita yang sudah siap untuk memaafkan.
Kata saya: waktu membantu kita untuk memaafkan.
Tapi luka itu tetap saja seperti kertas baru yang sudah terlipat.
Seringkali masih otomatis terlipat ke arah yang sama walaupun kita mencoba keras untuk meluruskannya.
Regards,
Kertas putih yang terlipat
Tapi kita yang sudah siap untuk memaafkan.
Kata saya: waktu membantu kita untuk memaafkan.
Tapi luka itu tetap saja seperti kertas baru yang sudah terlipat.
Seringkali masih otomatis terlipat ke arah yang sama walaupun kita mencoba keras untuk meluruskannya.
Regards,
Kertas putih yang terlipat
19 Jun 2014
Yeah...i did it again. Different-ages-relationship will always create a problem. A or two or three or.....yeah, sometimes you (actually) don't wan't to count it.
But somehow, no matter the kind of the relationship, people actually will teach you many things. MANY things. Except one, how to reach your dream. No matter how detail you tell them about your dream, they can never see the same (view of) star from different eyes.
Guess what?? However i love this different-ages-relationship. Isn't it, darl??
Regards,
afternoon dreamer
But somehow, no matter the kind of the relationship, people actually will teach you many things. MANY things. Except one, how to reach your dream. No matter how detail you tell them about your dream, they can never see the same (view of) star from different eyes.
Guess what?? However i love this different-ages-relationship. Isn't it, darl??
Regards,
afternoon dreamer
Label:
Aulia
20 Mei 2014
Internet makes the distance get closer but....
Even the internet now were closer than your boyfriend's ear.
Ini satu hal yang lucu karena sekarang saya sudah hampir tidak lagi mendengar dunia hanya milik berdua. No no no....sekarang ketika bertemu orang pacaran, dunia jadi milik sendiri. Satu wanita dengan dunia (maya) nya, satu lelaki dengan dunia (maya) lainnya.Tunjuk tangan siapa yang lebih bisa satu hari tanpa internet, daripada satu hari tanpa tangan dan senyum si pacar. Bahkan saya.
You have a problem, you talk to Twitter. You want to solve your problem, you have Google. You want to share your problem, you share with Path. You want to tell your problem without any bad words, you write in Blog. You want to know what's your problem?? Internet makes the distance get closer but make the distance between the close one.
Ini satu hal yang lucu karena sekarang saya sudah hampir tidak lagi mendengar dunia hanya milik berdua. No no no....sekarang ketika bertemu orang pacaran, dunia jadi milik sendiri. Satu wanita dengan dunia (maya) nya, satu lelaki dengan dunia (maya) lainnya.Tunjuk tangan siapa yang lebih bisa satu hari tanpa internet, daripada satu hari tanpa tangan dan senyum si pacar. Bahkan saya.
You have a problem, you talk to Twitter. You want to solve your problem, you have Google. You want to share your problem, you share with Path. You want to tell your problem without any bad words, you write in Blog. You want to know what's your problem?? Internet makes the distance get closer but make the distance between the close one.
9 Mei 2014
6 Mei 2014
pentingception
Sedikit tinggi hati rasanya waktu akhirnya dianggap menjadi seseorang yang penting untuk sesuatu yang sangat penting. Biasanya saya yang menganggap sesuatu itu penting tanpa saya dianggap penting oleh apa yang saya anggap penting. Hingga akhirnya saya tau bahwa dianggap penting itu menyenangkan, membuat saya sedikit terbang dari tanah yang biasa saya injak.
Halo kamu yang penting, bisa kita berjalan bergandengan bersama tanpa saling menyakiti satu sama lain. Saya bosan sakit kepala karena menghadapi kamu yang suka semua yang serba instan. Project oh project....kita sahabatan dari sekarang yaa. Janji jari kelingking (^^,)/
Sincerely,
your project doer
L
Halo kamu yang penting, bisa kita berjalan bergandengan bersama tanpa saling menyakiti satu sama lain. Saya bosan sakit kepala karena menghadapi kamu yang suka semua yang serba instan. Project oh project....kita sahabatan dari sekarang yaa. Janji jari kelingking (^^,)/
Sincerely,
your project doer
L
Label:
Aulia
Langganan:
Postingan (Atom)