kemarin sempet mengantar Mama berkumpul dengan kawan-kawan arisannya di salah satu rumah kawannya di deket rumah. awalnya saya nggak terlalu interest denger obrolan mereka sampai akhirnya mereka sibuk ngobrolin anak masing-masing yang umurnya udah seumur kakak gue, yeah he's about 29.
dan nyaris keselek pas emaknya bilang, "Iya tuh nggak tau itu, anakku malah putus sama pacarnya yang lama. Saiki malah ngurusi cah cilik, cah kuliahan ngono (Sekarang malah ngurusin anak kecil, anak kuliahan gitu). Kemarinnya abis sama yang lebih tua, sekarang malah ngurusin anak kecil..."
Dang!!
Dan Ibu yang lain lagi mendadak nyamber, "Iyo kui, anakku mbarang. Ngono ki ra mikir, kapan kawine jal..." (Iya itu, anakku juga. Gitu tuh nggak mikir, mau nikah kapan coba...). Dan kali ini Si Ibu yang nyamber ngomongin anaknya yang....seumuran gue. krik.
Saya jadi agak syok yah. I mean, dia ngobrolin anaknya, cowok, yang masih seumuran gue, dan pernikahan?? waw....lagi-lagi saya sepertinya disudutkan dengan prospek masa depan yang mengerikan ini. Harus ya, udah harus mikir nikah di umur 23??
22 Nov 2012
20 Nov 2012
Satu malam, Bandung menuju Semarang
Semalam aku bergandengan tangan dengan kenangan
Baru kali ini dia mengijinkanku memeluknyatanpa harus merasa sakit sama sekali
Aku memilikinya kembali tanpa kehilangan
Dan dia akan tetap jadi kenangan
Baru kali ini dia mengijinkanku memeluknyatanpa harus merasa sakit sama sekali
Aku memilikinya kembali tanpa kehilangan
Dan dia akan tetap jadi kenangan
Label:
sajak
saya menunda, menunggu kejutan kecil dari Allah :)
teman-teman selalu bilang dengan yakinnya, "Sekarang udah ngga cari yang main-main Jup, orientasi aku udah buat married". Ya Allah, apa cuma saya cewek 23 tahun di dunia ini yang masih berfikir buat cari pacar dan bukan calon suami??
entah juga sebenarnya apa yang ada dalam pikiran mereka ketika seseorang memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang. siapapun, bahkan saya, tidak menginginkan sebuah hubungan yang hanya berjalan 1-2 minggu, 1-2 bulan atau bahkan 1-2 tahun. lalu bagaimana mereka bisa semantap itu bilang bahwa mereka bener-bener tidak lagi mencari seorang pacar, tapi seorang calon pendamping-seumur-hidup. jujur ketika denger mereka bisa mengatakan hal demikian, saya takjub. tak bisa menjawab.
entah juga sebenarnya apa yang ada dalam pikiran mereka ketika seseorang memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang. siapapun, bahkan saya, tidak menginginkan sebuah hubungan yang hanya berjalan 1-2 minggu, 1-2 bulan atau bahkan 1-2 tahun. lalu bagaimana mereka bisa semantap itu bilang bahwa mereka bener-bener tidak lagi mencari seorang pacar, tapi seorang calon pendamping-seumur-hidup. jujur ketika denger mereka bisa mengatakan hal demikian, saya takjub. tak bisa menjawab.
17 Nov 2012
16 Nov 2012
Danbo
Namanya Danbo. boneka mini terbuat dari kardus dengan tinggi nggak lebih dari 15cm. hahaa...saya bahkan baru tau kalau dia bernama Danbo. lucu yah...harganya juga dong, di Jepang aja kalo di-Rupiahkan bisa sampe 500ribu. yah...namanya juga kreatifitas tanpa batas. Dengan ini saya nyatakan I'm in love with you, Danbo.
jari saya mendadak berubah biru keunguan pagi ini. rasanya sama seperti rasa yang saya punya untuk kamu. blue to purple. saya tak tau apa nama dari warna biru keunguan. sama seperti saya yang tidak tau nama rasa saya yang saya punya, rindu ke jemu.
Label:
random
15 Nov 2012
#nomention and friend
lama kelamaan sepertinya sosial media ini memang membawa banyak perubahan ke habit orang-orang sekitar kita. entah baik atau buruk, yang jelas semua informasi sekarang lebih mudah terserap dan mendapat feedback secara indirect. untuk beberapa orang mungkin merasa nyaman dengan adanya sosial media yang membantu mereka berpura-pura komunikasi secara direct walaupun pada dasarnya peranan sosial media ini ngga jauh beda dengan umm....mading misalnya.
sosial media pun sepertinya sekarang mengalami penyempitan media itu sendiri. ketika dulu sosial media itu melingkupi semua media yang dapat membuat orang yang stau dengan yang lain terhubung dan terintegrasi dalam satu jaringan, sekarang sosial media ini seperti hanya terbatas pada lingkup Facebook, Twitter, You Tube dan umm....yang agak mahal mungkin sebut aja Instagram.
habit disini yang saya maksud adalah bagaimana orang bisa pandai menegur dan berbicara satu sama lain, TANPA NYEBUT NAMA. hahaha...kita pake istilah twitter disini, no mention.
sosial media pun sepertinya sekarang mengalami penyempitan media itu sendiri. ketika dulu sosial media itu melingkupi semua media yang dapat membuat orang yang stau dengan yang lain terhubung dan terintegrasi dalam satu jaringan, sekarang sosial media ini seperti hanya terbatas pada lingkup Facebook, Twitter, You Tube dan umm....yang agak mahal mungkin sebut aja Instagram.
habit disini yang saya maksud adalah bagaimana orang bisa pandai menegur dan berbicara satu sama lain, TANPA NYEBUT NAMA. hahaha...kita pake istilah twitter disini, no mention.
13 Nov 2012
8 Nov 2012
apa cuma saya anak komunikasi yang ngga tertarik ngikutin perkembangan Pemilu AS? kemenangan Obama lawan Romney kali ini tampak tidak menarik. bahkan saya tak tau kenapa begitu banyak yang respek sama Romney. katanya cuma karena dia menelepon Obama pasca kemenangan Obama. jadi kaya pemilihan gubernur DKI ya...
6 Nov 2012
Cerita di Masjid Agung
1. Kak Suci
Pertama kali aku datang ke tempat ini dengan kak Suci. Kakak perempuan tertuaku. Saat itu dia sedang butuh datang ke tempat yang tinggi untuk mengerjakan tugas apa yang saya belum paham nama mata pelajarannya. Kata Kak Suci ini adalah masjid terbesar di Provinsi, namanya Masjid Agung Jawa Tengah. Kak Suci menyebutnya MAJT. Waktu itu aku tak tau seberapa besar provinsi itu, jadi aku begitu kagum. Masjid ini punya menara yang tinggi sekali. Kami bisa melihat Kota Semarang yang panas dari atas sini. Aku langsung jatuh cinta dengan masjid ini.
2. Ariyo
Saat itu aku kelas 3 SMA. Saat itu tanggal 3 Juli 2006. Saat itu dia menyatakan perasaannya padaku disini. Aku berkaos merah muda dengan gambar graviti berwajah seorang wanita berambut panjang di sebelah muka, dia menggunakan kaos hitam almamater kampus kebanggaannya di Kota Pelajar sana. Kami memulai hubungan kami disini. Dia memelukku di tempat parkir sebelum kami pulang. Aku menangis di pelukannya.
3. Enggar
Dia sedang berkunjung ke Semarang. Kami sudah berpacaran 3 bulan. Dia memintaku untuk mengajaknya ke tempat ini. Sebenarnya aku enggan karena membuatku teringat dengan Ariyo. Aku tak bisa menyembunyikan kesedihanku saat masuk ke lapangan parkir di bawah gedung. Sudah 4 tahun berlalu sejak Ariyo memelukku dulu, tapi aku masih begitu merindukan dia. Kami batal sholat Isya disana. Kami batal naik ke menara. Kami bertengkar karena aku tak bisa menyembunyikan tangisku.
Pertama kali aku datang ke tempat ini dengan kak Suci. Kakak perempuan tertuaku. Saat itu dia sedang butuh datang ke tempat yang tinggi untuk mengerjakan tugas apa yang saya belum paham nama mata pelajarannya. Kata Kak Suci ini adalah masjid terbesar di Provinsi, namanya Masjid Agung Jawa Tengah. Kak Suci menyebutnya MAJT. Waktu itu aku tak tau seberapa besar provinsi itu, jadi aku begitu kagum. Masjid ini punya menara yang tinggi sekali. Kami bisa melihat Kota Semarang yang panas dari atas sini. Aku langsung jatuh cinta dengan masjid ini.
2. Ariyo
Saat itu aku kelas 3 SMA. Saat itu tanggal 3 Juli 2006. Saat itu dia menyatakan perasaannya padaku disini. Aku berkaos merah muda dengan gambar graviti berwajah seorang wanita berambut panjang di sebelah muka, dia menggunakan kaos hitam almamater kampus kebanggaannya di Kota Pelajar sana. Kami memulai hubungan kami disini. Dia memelukku di tempat parkir sebelum kami pulang. Aku menangis di pelukannya.
3. Enggar
Dia sedang berkunjung ke Semarang. Kami sudah berpacaran 3 bulan. Dia memintaku untuk mengajaknya ke tempat ini. Sebenarnya aku enggan karena membuatku teringat dengan Ariyo. Aku tak bisa menyembunyikan kesedihanku saat masuk ke lapangan parkir di bawah gedung. Sudah 4 tahun berlalu sejak Ariyo memelukku dulu, tapi aku masih begitu merindukan dia. Kami batal sholat Isya disana. Kami batal naik ke menara. Kami bertengkar karena aku tak bisa menyembunyikan tangisku.
Langganan:
Postingan (Atom)

