Home

30 Agu 2014

Dulu, saya selalu merasa kecil ketika saya berdiri dan memandang garis batas cakrawal di ujung pandang. Berada di pinggiran jutaan kibik air membuat saya terkadang merasa kecil. Merasa kecil karena saya tak pernah berani untuk menari bebas di permukaan atau di dalamnya. Namun rasa kecil itu sempat akhirnya menghilang, ketika saya menemukan sejumput keberanian untuk menenggelamkan diri bersama milyaran partikel-partikel di dalam lautan. Saya merasa, saya ternyata tidak begitu kecil. Saya bisa berteman dengan mereka. 

Namun dengan berjalan diatas langit, saya akhirnya menjadi sangat sadar. Bahwa terlalu sombong jika kita merasa besar. Karena masih banyak yang bisa belum kamu injak. Tidak juga negeri putih diatas langit. Tidak di muka awan.

23 Jul 2014

Kullu kalam addu'a

Saya percaya bahwa semua ucapan bisa menjadi doa. Itu mengapa saya begitu rajin berucap Amin setiap menemukan semua "doa-doa cantik tersembunyi" yang keluar dari bibir-bibir lawan bicara saya.
Seperti pagi ini ketika saya sedang berangkat mengantar doi ke bandara. Kebetulan saya bantu packing dulu pagi ini, jadi kami berangkat dari rumahnya naik taksi.

Agak lucu karena sepanjang perjalanan, si bapak taksi terus berkata keheranan:
"Kok bapaknya duluan sih Bu? Jadi ibu belakangan mudiknya? Emang ngga barengan bu cutinya?"

Dengan lumrah saya menjawab:
"Iya pak. Saya baru libur hari Jumat. Lagian kalo pulang hari Jumat semua, mahal tiketnya..."

Padahal kami memang pulang sendiri-sendiri. Doi ke rumahnya, saya kerumah saya. Di hari yang berbeda dengan tujuan yang berbeda. Bukan karena asas ekonomi penghematan biaya, tapi karena memang kami belum mengeluarkan uang dari satu rekening untuk satu tujuan yang sama.

Dalam hati saya merengut. Saya tidak sedang berbohong kan? Tentu saja karena jawaban saya memang tidak mengada-ada. Dan dia pun tidak bertanya dia siapa saya dan saya siapa dia. Hanya karena kami mulai jalan dari satu tempat yang sama, bukan berarti kami adalah pemilik dari tempat itu.

Dalam hati pula saya berteriak Amin keras-keras. Iya, saya berharap bisa menjawab pertanyaan yang terlontar dengan tanpa berfikir karena harus membuat rangkaian kata jawaban saya tidak terkesan dusta atau menimbulkan prasangka lain.

Kullu kalam addu'a
Setiap perkataan adalah doa. Ah, doakan saya yang baik-baik dengannya. Siapa tau dengan makin banyak yang mendoakan kami, makin didengarNya setiap lantunan-lantunan saya untuknya

16 Jul 2014

3 things that unaccepted for me:
1. bad lie
2. bad words
3. cold coffee



15 Jul 2014

No more cybercrime, Please :(

Selamat sore, para penikmat linimasa

Seru ya menikmati linimasa semua jejaring sosial ketika isu-isu politik dan sosial sedang banyak beredar di masyarakat. Dari yang pro dan kontra, dari saling puji dan cela, dari unggahan gambar lucu hingga tak senonoh, dan juga pesan yang etis hingga tak etis.

Akhir-akhir ini penyebaran informasi terasa semakin bebas, selain juga terasa semakin terasa begitu pesat. Siapa yang merasa bahwa pada Pemilu Capres-Cawapres kali ini, Indonesia terasa sekali sedang pesta demokrasi. Dimana pesta demokrasi ini terasa begitu puncaknya setiap kali debat capres berlangsung. Dari berbagai komentar dan unggahan-unggahan gambar di berbagai medsos yang begitu mudah dibaca oleh siapapun, dapat kita rasakan pesta ini memang tidak hanya dinikmati oleh semua yang menggunakan bendera partai. Tapi bahkan anak sma yang rajin hura-hura seperti saya (laaaah.....).

30 Jun 2014

Yeay...the Ramadhan is coming.


Do those sentences really shows how excited i am??
Well...i hope it was.

Happy Ramadhan, moslem arround the world.
Thanks Rabb to let me meet this pretty Ramadhan. Even without my youngest sister arround.
But there always a compliment for every losing. Him.
I wish he also can be the compliment of her, forever. Amin.

26 Jun 2014

hati kertas lipat (??)

Katanya bukan waktu yang menyembuhkan luka.
Tapi kita yang sudah siap untuk memaafkan.

Kata saya: waktu membantu kita untuk memaafkan.
Tapi luka itu tetap saja seperti kertas baru yang sudah terlipat.
Seringkali masih otomatis terlipat ke arah yang sama walaupun kita mencoba keras untuk meluruskannya.



Regards,
Kertas putih yang terlipat

19 Jun 2014

Yeah...i did it again. Different-ages-relationship will always create a problem. A or two or three or.....yeah, sometimes you (actually) don't wan't to count it.

But somehow, no matter the kind of the relationship, people actually will teach you many things. MANY things. Except one, how to reach your dream. No matter how detail you tell them about your dream, they can never see the same (view of) star from different eyes.

Guess what?? However i love this different-ages-relationship. Isn't it, darl??


Regards,

afternoon dreamer

20 Mei 2014

Internet makes the distance get closer but....

Even the internet now were closer than your boyfriend's ear.

Ini satu hal yang lucu karena sekarang saya sudah hampir tidak lagi mendengar dunia hanya milik berdua. No no no....sekarang ketika bertemu orang pacaran, dunia jadi milik sendiri. Satu wanita dengan dunia (maya) nya, satu lelaki dengan dunia (maya) lainnya.Tunjuk tangan siapa yang lebih bisa satu hari tanpa internet, daripada satu hari tanpa tangan dan senyum si pacar. Bahkan saya.

You have a problem, you talk to Twitter. You want to solve your problem, you have Google. You want to share your problem, you share with Path. You want to tell your problem without any bad words, you write in Blog. You want to know what's your problem?? Internet makes the distance get closer but make the distance​​ between the close one.

9 Mei 2014

1,5 tahun ada di kota super macet ini, dan saya belum bisa menyebutnya sebagai rumah kedua. Ah, saya pun tak ingin memanggilmu rumah. Tidak sekarang mungkin...


Sincerely,
penambah kemacetan ibukota

6 Mei 2014

pentingception

Sedikit tinggi hati rasanya waktu akhirnya dianggap menjadi seseorang yang penting untuk sesuatu yang sangat penting. Biasanya saya yang menganggap sesuatu itu penting tanpa saya dianggap penting oleh apa yang saya anggap penting. Hingga akhirnya saya tau bahwa dianggap penting itu menyenangkan, membuat saya sedikit terbang dari tanah yang biasa saya injak.

Halo kamu yang penting, bisa kita berjalan bergandengan bersama tanpa saling menyakiti satu sama lain. Saya bosan sakit kepala karena menghadapi kamu yang suka semua yang serba instan. Project oh project....kita sahabatan dari sekarang yaa. Janji jari kelingking (^^,)/


Sincerely,
your project doer


L

27 Mar 2014

Won't say DON'T

Bosan bercerita tentang cinta dan pekerjaan, saya mencoba memikirkan sesuatu yang lain pagi ini saat sarapan di sebuah restoran hotel ditemani dengan secangkir teh. Pagi ini saya membuat ramuan kopi yang buruk sekali, sampai saya sepertinya tidak ingin meneguk kopi apapun dalam beberapa jam kedepan.

Saya sedang sarapan sambil mengira-ira, apa hanya saya yang sedang menunggu seseorang saat ini dan duduk begitu lama dan terus mengamati kegiatan mereka di sekitar saya. Hingga tercium bau asap rokok yang begitu menyengat hingga terlalu menyesakkan hidung dan rongga paru-paru saya. Saya menduga dia sedang menghisap rokok non slim yang murahan dan begitu cepat mematikan orang-orang di sekelilingnya kalau saja kami dikurung bersamanya di dalam ruangan tertutup. Pria ini sangat tidak seksi, dan sangat tidak punya selera. Tiba-tiba saya tersenyum, sejak kapan saya memiliki selera tentang pria perokok.

6 Mar 2014

Sore di Jakarta

1.
Selamat sore, langit Jakarta...

Tidak terlalu indah langit sore yang kita lihat saat itu. Hanya langit sore berwarna oranye di tengah keramaian pantai Ancol. Kata orang sih tidak masalah kita ada dimana, dengan siapa itu yang paling penting. Saya tidak melihat ada yang berbeda dengan orang-orang yang ada di sekitar saya. Hanya sahabat perempuan saya yang asyik berpelukan dengan pacarnya, seolah langit Jakarta sore itu adalah langit terindah yang pernah mereka lihat. Saya berani bertaruh, langit-langit penuh bintang di atas gunung-gunung tinggi yang pernah mereka daki pasti 1000 kali lebih mengesankan daripada langit sore itu.

Juga satu anak laki-laki teman sahabat saya yang diajaknya untuk bisa menemani kekakuan saya ketika mereka berpelukan. Saya tidak terlalu mengenalnya, dan saya tidak peduli. Bagi saya, berbicara dengan stranger selalu lebih menyenangkan daripada dengan teman sekolah, atau teman kampus, atau teman kantor. Tapi tetap saja, dia toh tidak membuat saya beranggapan langit oranye Jakarta sore ini terlihat lebih menarik daripada langit-langit Jakarta pada hari lainnya. Tetap saja ini di Jakarta.