Home

27 Okt 2012

an unspoken mind of a son

There's no freedom of speech in my house. 
My mouth is sealed by ridiculous ideology from their belief. 
My hands are tied by the responsibility to fulfill any kinds of their wishes.
My foots are amputated by the fact that I can't go anywhere to fulfill my callings to be the part of the glorious coutoure of the world.

itu tulisan saya ambil dari sebuah status salah seorang teman di status Facebook. saya memang tidak begitu mengenal baik bagaimana kehidupan pribadi si pemilik status ataupun keluarganya. hanya saja saya memang pernah sekali berinteraksi dengan mereka. dan dari situ pun saya mengetahui bahwa orang tua dari si pemilik status merupakan orang tua yang cinta kepada anaknya dengan cara yang keras. ah, tidak hanya kepada anaknya sebenarnya, saya pun pernah termaki oleh mereka. yah, saya anggap saja yang mereka lakukan adalah hal yang tidak sengaja.

Hari Blogger dan seorang Blogger (?)

mungkin saya mengambil cara yang salah untuk memulai setiap pagi. seringkali saya merasa jenuh ketika melihat bahwa jam di dinding bahan belum bergerak 3 putaran dari pertama kali saya melihatnya setiap membuka mata, jam 5 pagi. saya sudah kehabisan cara untuk menghabiskan pagi selain dengan kopi, tertawa sejenak dengan keluarga di meja makan sambil menemani si bungsu sarapan, atau dengan duduk di depan monitor 17 inch dan musik mengalun dari box speaker hitam.

saya bukan pembaca koran cetak yang butuh tempat luas untuk membuka lembaran demi lembarannya. pun bukan wanita yang selalu menata kembali rak buku-nya yang mulai tercover debu-debu tipis pasca menyapu lantai. saya agak kurang sistematis dalam menghabiskan pagi.

pagi ini pun saya mulai dengan urutan yang tidak sama. menunggu alarm berbunyi sejak 30 menit dari waktu seharusnya saya menekan 'dismiss' masih di kasur dengan lampu padam, sambil menukmati cahaya yang mulai berbayang di balik korden krem merah marun di jendela kamar. duduk bersimpuh di atas sajadah merah segera setelah alarm 5.00 berbunyi dari BlackBerry putih yang tergores disana sini. kembali ke kamar dan merapikan bantal yang tercecer setelah semalam mati-matian berusaha tidur dengan hidung yang seperti tak memiliki lubang. menikmati kopi buatan anak ketiga mama sambil berbincang dengan keluarga kesayangan tentang anak tetangga yang baru saja lahir semalam.

dan ketika satu per satu personil keluarga mulai keluar dari pintu depan rumah, saya mulai panik tentang bagaimana saya harus menghabiskan pagi yang masih panjang sampai saya mengetahui bahwa ini adalah hari Blogger nasional. Blogger?? seberapa pantas saya menyebut diri saya seorang blogger??

dengan tidak lagi menulis satu post per hari rasanya blog saya tak lagi menarik untuk dibaca. bahkan saya sendiri mulai bosan dengannya. ide saya mulai hilang. atau habis. atau karena saya terlalu banyak memiliki cerita dan kenangan yang ingin saya bagi, hanya saja saya tak begitu pandai untuk memilahnya mana yang ingin saya kenang lagi esok ketika saya membacanya.

pagi ini saya membuka halaman bacaan dan mencoba kembali beramah tamah dan kembali bertamu ke beranda orang. ah, setidaknya saya berusaha menjadi tetangga yang baik sekalipun saya tak pernah memberi suguhan yang mengenyangkan ketika mereka berkunjung ke beranda saya. saya mencoba kembali bersosialisasi di dunia rumah maya. jadi, selamat hari Blogger dear Bloggers. 
well i'm trying to enjoy the life. to enjoy my darkness night. to enjoy my silent rain. to enjoy my unspoken happiness. to enjoy my hidden smile. since i know that you and i were stay in our different mind. good morning, you.

22 Okt 2012

my goal is a dream

kalau bisa dibilang, mungkin ini baru pertama kalinya selama 23 tahun gue hidup sebagai seorang Zulfa Aulia, gue bisa pegang teguh janji gue lebih dari 6 bulan. dan dengan godaan yang sedemikian besarnya. rasanya sama susahnya dengan menahan diri untuk nggak curhat masalah cinta-cintaan disini. sama susahnya dengan ngga ngasi gula lebih dari 3 sendok ke satu gelas es teh. atau sesusah makan mie ayam ngga pake saos.

belajar itu memang butuh proses. dan ya, inilah yang gue jalanin sekarang. prosesnya. belajarnya. kalau ada yang pernah bilang bahwa hidup itu harus punya target, mungkin gue satu-satunya yang paling susah ngelaksanain itu ampe sekarang. bikin prioritas juga gue mati-matian, apalagi bikin target hidup.

but yeah, akhirnya gue ngerasain sih. i need a goal of life. gue harus punya satu tujuan. at least, even gue nggak punya rencana hidup jangka panjang, gue harus punya sesuatu tujuan di waktu dekat. yah kalau gue nggak mau menyebut itu sebuah target, tujuan atau ending, gue akan menyebut itu sebuah mimpi. dan sekarang, gue masih bermimpi menjadi seorang pekerja.

ah, sederhana saja. gue pengen jadi pekerja. dengan pekerjaan yang direstui orang tua. dengan hasil yang cukup layak untuk gue persembahkan di akhir bulan pertama ke mereka. ngga muluk-muluk, gue cuma pengen segara bangun dari mimpi gue bahwa gue telah berhasil nyerahin satu bulan keringat gue ke mama. seperti apa yang pernah Nenek gue nasehatin entah libur lebaran yang kapan. dan yaa....sejak saat itu gue mulai ngebangun pondasi mimpi gue. jadi pekerja, berpenghasilan, take the 1st paycheck for my mom.

pondasi selanjutnya yang gue bangun, skip deh urusan yang lainnya. cinta? bagian ini yang paling berat. baru kali ini juga gue bener-bener bisa mengabaikan yang namanya ego, nafsu, hasrat dan wahtsoever lah itu namanya. and hell yeah, gue bener-bener sangat terbiasa dan terlampau sangat nyaman dengan kehidupan gue yang sekarang. no man, no love, no tears, no scream, no lies, no cheat, no missing. welcome freedom!

living with my whole family, best friends ever, new peoples with their each story. tinggal usaha maksimal biar bisa sampai antiklimaks, bisa segera bangun dan bikin mimpi yang baru. bukan, sungguh mimpi baru gue selanjutnya bukan menikah :D


21 Okt 2012

my late post for 1010

baru taun ini sepertinya gue ngga bikin postingan di 1010. the best date ever. entahlah, di umur 23 ini sepertinya gue nggak lagi pengen berbicara banyak tentang apa hasil di 22 dan apa yang menjadi resolusi di 23. somehow, gue cuma negjalanin apa yang udah jadi prior gue selama ini. belajar buat mengatur dan memegang prior tetap di urutan pertama itu jaaaaaaauuuuh lebih susah daripada bikin caleidoskop 22 tahun gue dan rancangan resolusi di 23.

tapi rasanya tetep ngga ada salahnya sih, mengucap syukur tak terkira atas semua izinMu sehingga aku masih bisa merasakan 1010 dengan senyum. tau apa kado paling indah gue taun ini? wisuda lelaki kesayangan gue si Ais. nama yang imut kan? iyalah, dia adek gue. Happy Graduation, boy. semoga segera dapet kabar penempatan dan kabarnya tidak mengejutkan ya :)

dan rasanya ngga ada salahnya juga sih memproklamirkan: Happy Bornday, Aulia. May Allah bless you. Always.
finally, i can skip my 2010(2012) with any sadness. somehow some story better left behind. and i don't wanna have any wonder on you again, 2010.

13 Okt 2012

belajar dari teknologi

Sungguh deh ketika Allah telah berkehendak, tak ada satu mahkluk pun yang bisa mengelaknya.

Adalah satu siang di salah satu Minggu ini ketika gue sedang transit dirumah Om gue di Brebes, keluarlah pembicaraan tentang Adek bungsu gue yang ceritanya lagi sakit, entah kenapa jari-jarinya macem orang orang keram seharian yang bikin jari-jari itu nggak bisa digerakin sama sekali macem orang stroke. nggak tahan rasanya denger dia nangis sepanjang malem dengan jari-jari yang nggak terlipat kaku seperti entah ada sesuatu yang menahan jarinya.

diceritakannya sama Om gue seseorang yang bisa ngobatin penyakit dengan menggunakan batu yang ditusukin ke urat syaraf. ketika bertemu dengan sang ahli, beliaupun bercerita:

7 Okt 2012

Ilusi

Dan tiba-tiba semua begitu tajam memandangku
dan berkata bahwa ini semua adalah salahku
Tapi aku sangat menginginkan dia
Ingin terbang jauh tempat awan dan bintang bercengkerama
Aku bingung
merasa tersudut dan terdesak
Aku menahan untuk bertanya pada diriku
bagaimana semua itu terjadi
Aku menahan untuk menutup mataku
Tapi aku tak bisa menghalangimu pergi
Dapatkah aku mempercayai ini
seperti sebuah tipuan yang sempurna?

25 Sep 2012

bukan maksud mau mempromosikan diri sih, tapi mungkin gue adalah satu-satunya wanita berjilbab yang nggak akan pernah marah ketika lo cerita ke gue kalo lo selingkuh, main perempuan, tidur sama pacar lo, nyolong duit kuliah, lo klepto, gay, pindah agama ato bahkan psikopat sekalipun.

bukan esensi perkara dosa yang akan gue bilangin ke kalian. masalah kalian percaya Tuhan itu ada atau tidak dan maha mengetahui atau tidak, itu sama sekali bukan urusan gue. gue akan membicarakan masalah yang lebih konkrit dan punya efek yang bisa kalian lihat dan kalian pasti sadar bahwa dia bisa mengetahui. manusia.

lo selingkuh, ati-ati sama pacarnya. lo main perempuan, ati-ati kena razia. tidur sama pacar, ati-ati ntar hamil. nyolong duit kuliah, ati-ati ntar ngga bisa ikut ujian. klepto, ati-ati ntar digebukin warga kalo ketauan. pindah agama, siap-siap diusir dari rumah. psikopat, yaudah sih....mau gimana lagi :D

Wanita dan Marketing

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai dunia marketing:
1. Anda melihat seorang wanita cantik di sebuah pesta, anda datangi dan katakan "saya kaya, nikahi saya", itu adalah 'direct marketing'
2. Anda melihat wanita cantik di sebuah pesta, teman anda menghampirinya dan mengatakan "si Asep itu kaya, nikahi dia", itu adalah 'advertising'
3. Seorang gadis menghampiri anda dan mengatakan "sep, kamu kaya kan? nikahin aku dong", itu yang disebut 'brand recognition' atau 'brand awareness'
4. Anda mengatakan "nikahi saya" dan dia menampar anda, itu adalah 'customer feedback'
5. Sebelum anda mengatakan "nikahi saya", istri anda datang dan menarik anda, itu adalah 'regulasi mengenai ekspansi pasar'


Repost from Asep

24 Sep 2012

Solo, Rasisme dan Teroris

Solo sedang diuji lagi. mati-matian malah. yang sabar lah ya buat para warga Solo dan pemimpin barunya.

pemberitaan penyergapan hampir 8 orang terduga teroris dalam kurun waktu 3 hari terakhir sempet bikin media dan sosial media geger nyebut Kota Solo nan indah itu sebagai sarang teroris? ah, sarang teroris mananya? hal-hal kayak gini ngga bisa kok bikin warga Solo pecah (lagi).

Iyalah pecah lagi pasca jaman kolonial dulu udah ada perpecahan kemimpinan di Kasunanan Surakarta yang masih terjadi sampai sekarang. dualisme kepemimpinan oleh Sultan Pakubuwono kesekian (keliatan banget gue males googling), sama Praja Mangkunegaran kesekian (nah...lagi kan) kabarnya sampai sekarang pun belum menemukan titik tengah untuk berdamai. Perebutan tahta, kekuasaan, wilayah dan wanita (halah) nyatanya masih ada sampai era serba 2.0 (nyaris melaju ke 3.0) ini.

23 Sep 2012

Everyone seems so googelable nowadays. but i still can't find you tall-glasses-guy-with-long-folded-sleeves-shirt-brings-iPhone-on-left-hand-and-driving-fortuner


Regards
Aulia
:p