Bahkan diantar suami dan istri pasti ada sesuatu yang tidak dikatakan. Kita sering mengenalnya dengan konsep bernama Rahasia. Hal ini dilakukan sebagai satu bentuk pengamanan kepada diri sendiri, baik dengan cara yang baik atau tak baik. Beda tujuan, beda pula pengaruhnya.
Saya pernah bertanya kepada teman saya: Apakah kamu menceritakan semua hal kepada pasangan kamu?
"Tentu saja tidak. Ada beberapa hal yang tidak saya ceritakan. Biasanya karena hal-hal itu adalah bukan hal yang dia senangi. Sekalipun itu adalah masalah untuk saya dan ingin saya bagi dengannya. Tentang pekerjaan misalnya," jawab teman saya.
Beberapa orang, termasuk saya, seringkali tidak terlalu suka ambil pusing untuk mengetahui rahasia satu atau dua orang di sekitarnya. Hal-hal seperti itu terkadang membuat kita menjadi terbebani untuk menjaga suatu "rahasia" itu menjadi sebuah cerita yang bisa menjadi konsumsi publik.
Tampilkan postingan dengan label work. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label work. Tampilkan semua postingan
17 Des 2014
10 Nov 2013
Saya 24 dan saya mencintai pekerjaan saya
Terkadang sulit untuk bisa membatasai diri untuk mencintai atau tidak terlalu mencintai sesuatu. Saya pun tidak tau apakah saya melakukan semua ini karena saya mencintainya. Tidak, kali ini saya tidak membicarakan laki-laki.
Saya pernah mengatakan sesuatu di salah satu jejaring sosial saya.
Loyal, cinta atau keterpaksaan.
Terasa begitu bias jika saya coba aplikasikan ke kehidupan saya sendiri.
Karena pada dasarnya saya adalah orang yang loyal, saya cintai apa yang saya miliki dan saya seringkali memaksakan diri saya agar semuanya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Lama-lama rasanya cukup mengerikan mendapati diri saya menjadi seorang workaholic yang berakibat dengan terganggunya jam istirahat dan waktu bersosialisasi saya dengan orang-orang non kantor. Iya, itu cukup mengerikan.
Tapi yasudahlah. Toh saya masih 24. Saya wanita pekerja keras, dan ya....saya mencintai pekerjaan saya. Itu saja cukup :)
Saya pernah mengatakan sesuatu di salah satu jejaring sosial saya.
Not all of workers can love their job. Some cause of the salary because they need to be the money maker of their family. Others just to avooid the judges of being "jobless degree". You have to Thank God if you can love your job no matter how miserly, how tiring it is or how it messed your rest time. Because your sincerity had been put by Rabb in your money that you get. Do you want to eat money that even didn't get it with your heart?Kali ini saya mulai menyangsikannya pada diri saya sendiri. Saya tidak tau mana yang lebih sering terjadi kepada diri saya ketika saya mulai memaksakan diri saya untuk menyelesaikan semua pekerjaan saya padahal sebenarnya badan dan fikiran sudah terlampau lelah.
Loyal, cinta atau keterpaksaan.
Terasa begitu bias jika saya coba aplikasikan ke kehidupan saya sendiri.
Karena pada dasarnya saya adalah orang yang loyal, saya cintai apa yang saya miliki dan saya seringkali memaksakan diri saya agar semuanya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Lama-lama rasanya cukup mengerikan mendapati diri saya menjadi seorang workaholic yang berakibat dengan terganggunya jam istirahat dan waktu bersosialisasi saya dengan orang-orang non kantor. Iya, itu cukup mengerikan.
Tapi yasudahlah. Toh saya masih 24. Saya wanita pekerja keras, dan ya....saya mencintai pekerjaan saya. Itu saja cukup :)
10 Sep 2013
Ceilah....sholehah
Menarik, ketika semakin besar bahwa ketika menyadari keinginan kita pun ikut berubah. Saya ingat dulu ketika saya kecil dan masih suka dikucir ekor kuda atau kucir dua kesamping oleh Mama, saya sangat suka ketika saya dipuji, "Mbak Lia cantiknya, ayo ikut aja sama Tante. Nanti kalo mau berangkat sekolah Tante kepang dua rambutnya tiap hari, pasti cantik..."
Dulu, dipuji cantik itu serasa jadi penghargaan paling menyenangkan dalam hidup. Tentu saja, karena saya pikir saya dulu adalah bocah kecil kurus tinggi dengan kulit hitam dan tidak pandai merawat diri seperti teman-teman sekolah saya yang begitu pandai merawat diri dan memadumadankan pakaian supaya terlihat stylist.
Dulu, dipuji cantik itu serasa jadi penghargaan paling menyenangkan dalam hidup. Tentu saja, karena saya pikir saya dulu adalah bocah kecil kurus tinggi dengan kulit hitam dan tidak pandai merawat diri seperti teman-teman sekolah saya yang begitu pandai merawat diri dan memadumadankan pakaian supaya terlihat stylist.
Label:
Aulia,
friends,
me and GOD,
random,
work
5 Sep 2013
Saya, bapak(teman)kantor dan Papa (dan-dia-yang-saya-tunggu)
Rasanya agak jengah akhir-akhir ini ketika semua orang jadi serasa sering banget ngomogin jodoh sama saya. Rasanya dia seperti sebuah pertanyaan yang dilontarkan saat saya mau pesan seporsi nasi sop di warung makan : pake bawang goreng neng? Atau pertanyaan terakhir ketika sedang di minimarket : mau isi pulsanya sekalian kak?
Apa sih jodoh. Saya bahkan belum ingin memikirkan itu. Ya...setidaknya sejak saya dan rutinitas baru saya menjadi sepasang kekasih seintim saya dengan bb putih saya yang sudah mulai sering lama loadingnya. Bagi saya, jodoh itu....nantilah.
Agak random dengan pertanyaan seorang bapak-bapak teman kantor ( jadi saya bingung mau menyebut beliau sebagai bapak kantor atau teman kantor ) yang saya temui saat makan malam di sebuah warung tenda beberapa hari lalu.
"Jadi, kalau pulang pasti ditanyainnya "Kapan?" ya kan?" tanya si bapak kemudian
Apa sih jodoh. Saya bahkan belum ingin memikirkan itu. Ya...setidaknya sejak saya dan rutinitas baru saya menjadi sepasang kekasih seintim saya dengan bb putih saya yang sudah mulai sering lama loadingnya. Bagi saya, jodoh itu....nantilah.
Agak random dengan pertanyaan seorang bapak-bapak teman kantor ( jadi saya bingung mau menyebut beliau sebagai bapak kantor atau teman kantor ) yang saya temui saat makan malam di sebuah warung tenda beberapa hari lalu.
"Jadi, kalau pulang pasti ditanyainnya "Kapan?" ya kan?" tanya si bapak kemudian
5 Jul 2013
yuhuu...susyah skalii jadi profesional yaa
Saya memahami benar, ketika kita memasuki satu fase yang
lebih tinggi, itu berarti ada banyak tolok ukur yang harus diubah. Ada banyak
target yang harus dirubah. Ada pola pikir dan cara berlaku yang harus dirubah.
Ada banyak limitasi yang harus dirubuhkan sebelum membuat kita terjebak dalam
satu istilah anak muda “gagal move on”.
Mengikuti program Management Trainee membuat saya banyak
belajar. Bahwa untuk dikenal, hanya perlu 3 hal. Baik, Buruk, atau Unik (kalau
kalian tidak mau disebut aneh). Life’s about choosen. Saya memilih untuk
menjadi unik. Saya tidak baik, karena saya tau masih ada satu dua pihak yang
memiliki rasa tidak suka terhadap saya. Pun tidak buruk karena toh selalu ada
yang mengajak saya tersenyum dan bercanda setiap harinya. Saya memilih untuk
menjadi unik, berbeda dari yang lain. Tapi toh saya pun tidak memaksa agar semua orang menyukai saya. I thank Rabb for this. To be an apathetic.
2 Mei 2013
Banyak-banyak bicara, sering-seringlah bercakap-cakap dengan orang lain. Habiskan waktumu untuk mencuri ilmunya. Dengan diam kamu tidak akan mendapatkan apa-apa. (Andreas Patria)
Begitu kata salah seorang Direktur kepadaku saat aku mencoba untuk mewancarainya untuk membuat sebuah artikel majalah kantor. Tanpa dia sadari, saat itu pun aku sedang mencuri ilmu banyak darinya. You are awesome, Sir.
Begitu kata salah seorang Direktur kepadaku saat aku mencoba untuk mewancarainya untuk membuat sebuah artikel majalah kantor. Tanpa dia sadari, saat itu pun aku sedang mencuri ilmu banyak darinya. You are awesome, Sir.
29 Apr 2013
28 Apr 2013
Kartini celebrations at Radiant
kami memang bukan Kartini yang bisa menerbitkan cahaya setelah kegelapan. Kami mungkin juga bukan Kartini yang menggebu-gebukan arti dan makna emansipasi. Tapi kami menghargai makna sejarah. Bahwa kami adalah bangsa yang besar, karena selalu menghargai sejarah, dengan berfoto-fotoo :3
2 Apr 2013
tinggikan target, pantaskan diri
bicara tentang hidup itu memang tidak ada habisnya. saya hari ini baru saja presentasi. didepan 3 jajaran Board of Director kantor tempat saya kerja. rasanya luar biasa. tim gue serasa jadi guest star. dan yang paling menakjubkan bahwa karena saya lagi-lagi mendapat banyak ilmu.
Yah, sebut saja ilmu baru tentang scope of work. Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan. saya mengambil sendiri satu pelajaran hari ini. dari bagaimana saya presentasi. dari bagaimana saya dan tim saya menyampaikan materi. dari bagaimana saya mendengarkan dan memahami bagaimana diskusi menarik bisa terjadi diantara kami, yang notabene adalah new worker dan mereka yang paham benar tentang bagaimana the real office of us.
bahwa mereka tau kami ingin menjadi besar, dan mereka tidak membatasi kami untuk jadi besar. pun tidak mengajari kami bagaimana caranya menjadi besar. tapi disini sayalah yang harus berusaha sendiri.
meninggikan target pencapaian. maka pantaskan diri untuk mencapai target tersebut. target tinggi dengan effort yang rendah tidak akan menghasilkan apa-apa. tidak juga nyaris pencapaian. nyaris penyesalan mungkin yang ada.
iya, kalo mau deketin mas yang unreachable ya pantaskan diri jup... #salahfokus
Yah, sebut saja ilmu baru tentang scope of work. Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan. saya mengambil sendiri satu pelajaran hari ini. dari bagaimana saya presentasi. dari bagaimana saya dan tim saya menyampaikan materi. dari bagaimana saya mendengarkan dan memahami bagaimana diskusi menarik bisa terjadi diantara kami, yang notabene adalah new worker dan mereka yang paham benar tentang bagaimana the real office of us.
bahwa mereka tau kami ingin menjadi besar, dan mereka tidak membatasi kami untuk jadi besar. pun tidak mengajari kami bagaimana caranya menjadi besar. tapi disini sayalah yang harus berusaha sendiri.
meninggikan target pencapaian. maka pantaskan diri untuk mencapai target tersebut. target tinggi dengan effort yang rendah tidak akan menghasilkan apa-apa. tidak juga nyaris pencapaian. nyaris penyesalan mungkin yang ada.
iya, kalo mau deketin mas yang unreachable ya pantaskan diri jup... #salahfokus
26 Mar 2013
one-sided love. pffft...
yah biasa, namanya new worker, jadi kemarin-kemarin saya tidak sempat untuk banyak menulis disini. beberapa kali sering saya menulis, lalu saya menghapusnya kembali. saya menulis tentang pekerjaan. ah, rasa-rasanya itu terlalu mainstream. agak sedikit pamer kalau saya baru saja bekerja. jadi beberapa kali pula tulisan-tulisan itu hanya berbaring dengan tenang di box draft dan akan menjadi butiran debu beberapa hari setelahnya (baca: dihapus).
tapi malam ini rasanya ada sesuatu yang menggelitik di pikiran saya. tiba-tiba saya berfikir tentang one sided love. hahaa...yah, kisah cinta saya memang selalu berakhir dengan one-sided love karena saya selalu mencintai orang yang tidak mencintai saya lagi (baca: udah ada yang laen). tapi agak lucu ketika saya mencoba untuk memikirkan one-sided love, jika terjadi bahkan sebelum menyentuh start.
24 Feb 2013
Dream Job and i have to thank Rabb for it
Ketemu kan akhirnya, sama dunia kerja. sama keadaan-keadaan yang gue idam-idamkan sejak dulu. Dimana gue bisa ikut bercerita tentang lembur. Bisa menyemangati para pekerja hari Sabtu. atau bisa begitu bahagia ketika week end dateng. Ini yang gue pengen dari dulu. Dan yeah...semua itu ada waktunya kan??
Trus gimana rasanya? Gue sih enjoy. Gue sih bahagia. Terlepas dari keadaan kantor dan user gue selama 3 bulan awal ini. Terlepas dari kerjaan gue yang "mahapenting", atau dari betapa pengennya gue bisa punya meja kerja sendiri dan i can put all of my stuff on it, atau bahwa ini masih bukan dream job's profession gue. gue selalu menikmati keadaan yang ada sekarang. Dimana gue bisa berangkat saat matahari baru aja malu-malu menyapa Jakarta, dan pulang saat awan gelap telah menggelayut di sepanjang atap ibukota.
Label:
Aulia,
me and GOD,
mind,
random,
work
5 Feb 2013
saya yang jadi author happy endingnya
Semua orang sih suka banget buat bilang kalau happy ending itu hanya ada di film atau cerita dongeng anak-anak. Saya pun sering mengatakan hal itu sejak saya menonton film Hugo bersama dua sahabat hebat di salah satu mall di ujung Kota Solo. Waktu itu saya percaya sepenuhnya. Mungkin karena terbawa suasana hati saat itu. Ah, sepertinya saya ingat betul saya baru saja tak selang berapa lama putus dari pacar yang lama. Sungguh labil.
Ya, walaupun saya pun tidak bisa mengelaknya hingga saat ini. Saya belum menemukan ending yang happy dari cerita cerita hidup saya sekarang. Ah, yasudah. Saya pikir ya memang film saya sih sebenarnya belum waktunya berakhir. Tergantung juga sih, cerita yang mana yang dibicarakan. Tidak ada film yang terlalu banyak alur ceritanya. Cuma sinetron Indonesia yang seperti itu. Dan saya nggak mau punya hidup seperti sinetron-sinetron Indonesia. Bisa-bisa saya punya 6 season kehidupan.
Sebut saja kalau cerita tentang pendidikan, saya anggap kisah saya berakhir cukup manis. CUKUP. bukan happy ending. cuma rate 3 dari 5 stars. Dan buat saya itu bukan hal yang membanggakan. S.I.Kom setelah 4 tahun 11 bulan, yang layak sih hanya Alhamdulillah. Bukannya teriak-teriak bahagia sambil lompat-lompat keliling kampus.
Ya, walaupun saya pun tidak bisa mengelaknya hingga saat ini. Saya belum menemukan ending yang happy dari cerita cerita hidup saya sekarang. Ah, yasudah. Saya pikir ya memang film saya sih sebenarnya belum waktunya berakhir. Tergantung juga sih, cerita yang mana yang dibicarakan. Tidak ada film yang terlalu banyak alur ceritanya. Cuma sinetron Indonesia yang seperti itu. Dan saya nggak mau punya hidup seperti sinetron-sinetron Indonesia. Bisa-bisa saya punya 6 season kehidupan.
Sebut saja kalau cerita tentang pendidikan, saya anggap kisah saya berakhir cukup manis. CUKUP. bukan happy ending. cuma rate 3 dari 5 stars. Dan buat saya itu bukan hal yang membanggakan. S.I.Kom setelah 4 tahun 11 bulan, yang layak sih hanya Alhamdulillah. Bukannya teriak-teriak bahagia sambil lompat-lompat keliling kampus.
1 Feb 2013
not in love with you, finance
Biasanya lahan baru itu selalu menarik. Selalu lebih mudah membuat kita jatuh cinta kepadanya. Seperti saya begitu mudah merasa akrab dengan teman-teman baru di tempat saya bekerja sekarang. Seperti saya akhirnya bisa jatuh cinta lagi dengan Jakarta. Seperti saya yang telah jatuh cinta dengan status baru saya sebagai pekerja. Satu yang belum cukup berhasil membuat saya jatuh cinta, departemen tempat saya bekerja. Saya tidak pernah mencintai bagian keuangan. Saya sedajk dulu tidak ingin mengenalinya. Dan ketika saya akhirnya dipaksa untuk berkenalan, saya sanggup dengan tegas mengatakan, I'm not in love with you yet, finance.
29 Jan 2013
1st placement: Project Cost Control
Dan pengumuman penempatan kerja itu akhirnya datang juga. I don't know how to expressed it, but yeah....i should thankful for everything that Allah gave to me. Rasanya seperti satu beban lagi terlepas dari pundak. Padahal sebenarnya peperangan baru saja akan dimulai. Dan mulai besok secara resmi, me as Management Trainee Batch 3 at PT Radiant Utama Interinsco, Tbk will doing my tasks as good as i can do. Keep fighting, my MT mates.
Bismillahhirrahmannirrahim
Regards
Aulia
Bismillahhirrahmannirrahim
Regards
Aulia
Label:
work
15 Jan 2013
9 Jan 2013
Saya (tidak akan) mengkhianati hobi saya
Saya suka menulis. Semua yang suka membaca blog ini atau mengenal saya pasti sangat tau bahwa saya sangat suka menulis. Saya pikir menjadi seorang jurnalis bisa lebih membantu saya menyalurkan hobi menulis saya. Saya tak tau sejauh apa kemampuan saya menulis. Saya tak pernah mengirimkan tulisan saya ke media manapun. Tidak juga mencoba untuk meminta pendapat seorang profesional untuk mengoreksi tulisan saya.
Saya menulis, dan saya menjadikan tulisan saya bermanfaat untuk orang lain. Lewat media. Menjadi sebuah berita. Beberapa hari lalu hingga hari ini, saya masih seorang wartawan tulis. Rasanya sangat menyenangkan bisa bekerja dalam tekanan deadline. Saya tak punya waktu untuk memikirkan apa yang seringkali saya ributkan ketika saya sedang tidak melakukan apa-apa. Saya bahagia bukan kepalang ketika setiap siang datang ke kantor, yang saya pertama cari adalah koran yang terbit hari itu. Saya mencari dimana nama saya terpampang.
Saya menulis, dan saya menjadikan tulisan saya bermanfaat untuk orang lain. Lewat media. Menjadi sebuah berita. Beberapa hari lalu hingga hari ini, saya masih seorang wartawan tulis. Rasanya sangat menyenangkan bisa bekerja dalam tekanan deadline. Saya tak punya waktu untuk memikirkan apa yang seringkali saya ributkan ketika saya sedang tidak melakukan apa-apa. Saya bahagia bukan kepalang ketika setiap siang datang ke kantor, yang saya pertama cari adalah koran yang terbit hari itu. Saya mencari dimana nama saya terpampang.
22 Okt 2012
my goal is a dream
kalau bisa dibilang, mungkin ini baru pertama kalinya selama 23 tahun gue hidup sebagai seorang Zulfa Aulia, gue bisa pegang teguh janji gue lebih dari 6 bulan. dan dengan godaan yang sedemikian besarnya. rasanya sama susahnya dengan menahan diri untuk nggak curhat masalah cinta-cintaan disini. sama susahnya dengan ngga ngasi gula lebih dari 3 sendok ke satu gelas es teh. atau sesusah makan mie ayam ngga pake saos.
belajar itu memang butuh proses. dan ya, inilah yang gue jalanin sekarang. prosesnya. belajarnya. kalau ada yang pernah bilang bahwa hidup itu harus punya target, mungkin gue satu-satunya yang paling susah ngelaksanain itu ampe sekarang. bikin prioritas juga gue mati-matian, apalagi bikin target hidup.
but yeah, akhirnya gue ngerasain sih. i need a goal of life. gue harus punya satu tujuan. at least, even gue nggak punya rencana hidup jangka panjang, gue harus punya sesuatu tujuan di waktu dekat. yah kalau gue nggak mau menyebut itu sebuah target, tujuan atau ending, gue akan menyebut itu sebuah mimpi. dan sekarang, gue masih bermimpi menjadi seorang pekerja.
ah, sederhana saja. gue pengen jadi pekerja. dengan pekerjaan yang direstui orang tua. dengan hasil yang cukup layak untuk gue persembahkan di akhir bulan pertama ke mereka. ngga muluk-muluk, gue cuma pengen segara bangun dari mimpi gue bahwa gue telah berhasil nyerahin satu bulan keringat gue ke mama. seperti apa yang pernah Nenek gue nasehatin entah libur lebaran yang kapan. dan yaa....sejak saat itu gue mulai ngebangun pondasi mimpi gue. jadi pekerja, berpenghasilan, take the 1st paycheck for my mom.
pondasi selanjutnya yang gue bangun, skip deh urusan yang lainnya. cinta? bagian ini yang paling berat. baru kali ini juga gue bener-bener bisa mengabaikan yang namanya ego, nafsu, hasrat dan wahtsoever lah itu namanya. and hell yeah, gue bener-bener sangat terbiasa dan terlampau sangat nyaman dengan kehidupan gue yang sekarang. no man, no love, no tears, no scream, no lies, no cheat, no missing. welcome freedom!
living with my whole family, best friends ever, new peoples with their each story. tinggal usaha maksimal biar bisa sampai antiklimaks, bisa segera bangun dan bikin mimpi yang baru. bukan, sungguh mimpi baru gue selanjutnya bukan menikah :D
belajar itu memang butuh proses. dan ya, inilah yang gue jalanin sekarang. prosesnya. belajarnya. kalau ada yang pernah bilang bahwa hidup itu harus punya target, mungkin gue satu-satunya yang paling susah ngelaksanain itu ampe sekarang. bikin prioritas juga gue mati-matian, apalagi bikin target hidup.
but yeah, akhirnya gue ngerasain sih. i need a goal of life. gue harus punya satu tujuan. at least, even gue nggak punya rencana hidup jangka panjang, gue harus punya sesuatu tujuan di waktu dekat. yah kalau gue nggak mau menyebut itu sebuah target, tujuan atau ending, gue akan menyebut itu sebuah mimpi. dan sekarang, gue masih bermimpi menjadi seorang pekerja.
ah, sederhana saja. gue pengen jadi pekerja. dengan pekerjaan yang direstui orang tua. dengan hasil yang cukup layak untuk gue persembahkan di akhir bulan pertama ke mereka. ngga muluk-muluk, gue cuma pengen segara bangun dari mimpi gue bahwa gue telah berhasil nyerahin satu bulan keringat gue ke mama. seperti apa yang pernah Nenek gue nasehatin entah libur lebaran yang kapan. dan yaa....sejak saat itu gue mulai ngebangun pondasi mimpi gue. jadi pekerja, berpenghasilan, take the 1st paycheck for my mom.
pondasi selanjutnya yang gue bangun, skip deh urusan yang lainnya. cinta? bagian ini yang paling berat. baru kali ini juga gue bener-bener bisa mengabaikan yang namanya ego, nafsu, hasrat dan wahtsoever lah itu namanya. and hell yeah, gue bener-bener sangat terbiasa dan terlampau sangat nyaman dengan kehidupan gue yang sekarang. no man, no love, no tears, no scream, no lies, no cheat, no missing. welcome freedom!
living with my whole family, best friends ever, new peoples with their each story. tinggal usaha maksimal biar bisa sampai antiklimaks, bisa segera bangun dan bikin mimpi yang baru. bukan, sungguh mimpi baru gue selanjutnya bukan menikah :D
19 Jul 2012
it's not Penolakan Kerja #3
"Jadi PR itu harusnya nggak kaya gini, jadi PR itu gampaaaanng...."
gue ngedenger kalimat itu meluncur dari mulut seorang anak D3 dari satu-satunya kampus negeri bonafid di tanah parahyangan yang punya FIKOM. FIKOM loh FIKOM. agak syok yah saya jadinya.
well...ini ceritanya gue lagi ngkutin sebuah training pra test di sebuah perusahaan asuransi besar di Indo. di hari pertama sih, ceritanya ada 6 peserta yang ikutan. tapi entah, lama-lama semua peserta mulai rontok satu per satu, sampai sore ini peserta yang tahan cuma tinggal 2 biji.
gue ngedenger kalimat itu meluncur dari mulut seorang anak D3 dari satu-satunya kampus negeri bonafid di tanah parahyangan yang punya FIKOM. FIKOM loh FIKOM. agak syok yah saya jadinya.
well...ini ceritanya gue lagi ngkutin sebuah training pra test di sebuah perusahaan asuransi besar di Indo. di hari pertama sih, ceritanya ada 6 peserta yang ikutan. tapi entah, lama-lama semua peserta mulai rontok satu per satu, sampai sore ini peserta yang tahan cuma tinggal 2 biji.
30 Jun 2012
Penolakan Kerja #2
sedikit pengen cerita tentang edisi tes ngelamar kerja gue yang kemaren. sebutlah satu TV swasta nasional yang umurnya udah setua gue. saran gue, buat siapapun anak komunikasi (yang masih numpang di FISIP komunikasinya) yang mau ngelamar broadcaster, wajib baca ini!!
jadi, sebenernya edisi tes ini agak sama mengejutkannya kaya panggilan interview gue dulu yang pertama. cuma selang sehari dari gue apply lamaran via email. besok sorenya gue dapet panggilan buat tes tertulis, psikotes dan interview user, kali ini gue harus bertolak ke Surabaya. whoaaa whooaaa....gue, ke Surabaya, sepertinya menarik.
hari H, sampailah gue di TKP tempat tes. mulanya gue pikir gue bakal bersaing dengan ratusan job seeker, unfortunately, cuma ada sekitar 50an peserta yang ikutan tes. kali ini gue ngerasa bakal siap tes beneran, nggak macem gue daftar di bank atau interview di perusahaan-saham-abal-abal.
jadi, sebenernya edisi tes ini agak sama mengejutkannya kaya panggilan interview gue dulu yang pertama. cuma selang sehari dari gue apply lamaran via email. besok sorenya gue dapet panggilan buat tes tertulis, psikotes dan interview user, kali ini gue harus bertolak ke Surabaya. whoaaa whooaaa....gue, ke Surabaya, sepertinya menarik.
hari H, sampailah gue di TKP tempat tes. mulanya gue pikir gue bakal bersaing dengan ratusan job seeker, unfortunately, cuma ada sekitar 50an peserta yang ikutan tes. kali ini gue ngerasa bakal siap tes beneran, nggak macem gue daftar di bank atau interview di perusahaan-saham-abal-abal.
25 Mei 2012
first Job Fair.
kali pertama dateng ke Job Fair. yeah...terkadang sesuatu jika hanya ada di dalam kepala itu terasa lebih buruk daripada kenyataannya. Alhamdulillah gue masih bisa masuk, ngeliat-ngeliat dan nggak pingsan saat keluar. sedikit sia-sia karena ngga ada satu pun yang menarik minat gue. well...at least gue udah tau rasanya jadi job seeker beneran. thank you lagi Andru udah nemenin menjamah ajang pencarian kerja :)
Langganan:
Postingan (Atom)

