Home

12 Apr 2013

dududu~



Ini keadaan yang sangat tidak menyenangkan. Dimana kamu tidak mampu dengan terbuka mengungkapkan betapa kamu sangat bahagia. Hanya dengan melihatnya. It’s kinda a silly thing.

Kalian pernah menyukai seseorang, yang bahkan hanya melihat bayangannya sejenak saja sudah cukup membut harimu lebih berwarna? Kalian pernah menyukai seseorang, dimana melihatnya bisa tersenyum dan berbicara bahagia dengan orang  lain sudah bisa menarik garis bibirmu lebih tinggi? Kalian pernah menyukai seseorang, dimana melihatnya yang sedang asyik dengan pekerjaannya dan lawan bicaranya menjadi film paling mengasyikkan?

Lagi, saya mengalami satu keadaan dimana mengagumi lebih menyenangkan dibandingkan berpacaran dengan pacar paling  tampan sekalipun. I never bored to see. I never feeling empty when he didn’t appear. I even don’t wanna get  closer to him. Agak-agak teenager geli-geli gimana gitu ya? Yasih...mau gimana lagi. Emang masih teenage. ahahahahasial -______-"

Ah dunia, lagi-lagi menggoda saya. Keteguhanku sedang diuji. Tenang Allah, aku sepertinya masih tahan untuk tidak membuat diriku lebih dekat dengannya. Setidaknya sekarang. Hahahaa....lemes >,<

Cerita tentang Ibu Tiri



Lagi terusik dengan konsep ibu tiri sebenarnya. Terusik gara-gara beberapa waktu belakangan saya lagi sering pulang kampug ke tempat nenek di Purwakarta, dan disini tinggal ponakan gue yang masih SD dan sedikit bingung dengan konsep Ibu tiri.

Ponakan saya ini memang  ditinggal Ibunya sejak dia kecil karena sakit. Ibunya meninggal ketika dia seharusnya sedang membutuhkan total peranan seorang Ibu dalam perkembangan eksistensinya. Dan malangnya, adik perempuannya saat itu baru berusia 1 tahun. Dan ya...sejak Ibunya meninggal, akhirnya diputuskan bahwa ponakan gue yang tertua tinggal sama nenek gue di Purwakarta dan adeknya ikut pindah dengan Ayahnya yang akhirnya menikah lagi beberapa tahun kemudian.

Agak ironis memang ketika sang kakak yang seharusnya jauh lebih mengenal Ibunya, malah tidak teralu pusing dengan adanya peran Ibu barunya. Sedangkan si adek yang notabene sekarang masih kelas  2 SD  begitu kritis dalam mengartikan konsep Ibu tiri di kepalanya. Kalau saya pikir lagi mungkin karena sang kakak bisa tumbuh dalam didikan nenek saya yang baik (mana ada nenek ngga sayang cucu, itu pikiran sederhana saya). Terlebih karena memang sang kakak tinggal bersama nenek saya sejak dia masih pipis di popok sampe sekarang udah pake pembalut.

10 Apr 2013

selamat siang, kamu yang tidak pernah ditemukan dalam google.

2 Apr 2013

tinggikan target, pantaskan diri

bicara tentang hidup itu memang tidak ada habisnya. saya hari ini baru saja presentasi. didepan 3 jajaran Board of Director kantor tempat saya kerja. rasanya luar biasa. tim gue serasa jadi guest star. dan yang paling menakjubkan bahwa karena saya lagi-lagi mendapat banyak ilmu.

Yah, sebut saja ilmu baru tentang scope of work. Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan. saya mengambil sendiri satu pelajaran hari ini. dari bagaimana saya presentasi. dari bagaimana saya dan tim saya menyampaikan materi. dari bagaimana saya mendengarkan dan memahami bagaimana diskusi menarik bisa terjadi diantara kami, yang notabene adalah new worker dan mereka yang paham benar tentang bagaimana the real office of us.

bahwa mereka tau kami ingin menjadi besar, dan mereka tidak membatasi kami untuk jadi besar. pun tidak mengajari kami bagaimana caranya menjadi besar. tapi disini sayalah yang harus berusaha sendiri.

meninggikan target pencapaian. maka pantaskan diri untuk mencapai target tersebut. target tinggi dengan effort yang rendah tidak akan menghasilkan apa-apa. tidak juga nyaris pencapaian. nyaris penyesalan mungkin yang ada.

iya, kalo mau deketin mas yang unreachable ya pantaskan diri jup... #salahfokus

26 Mar 2013

one-sided love. pffft...

yah biasa, namanya new worker, jadi kemarin-kemarin saya tidak sempat untuk banyak menulis disini. beberapa kali sering saya menulis, lalu saya menghapusnya kembali. saya menulis tentang pekerjaan. ah, rasa-rasanya itu terlalu mainstream. agak sedikit pamer kalau saya baru saja bekerja. jadi beberapa kali pula tulisan-tulisan itu hanya berbaring dengan tenang di box draft dan akan menjadi butiran debu beberapa hari setelahnya (baca: dihapus).

tapi malam ini rasanya ada sesuatu yang menggelitik di pikiran saya. tiba-tiba saya berfikir tentang one sided love. hahaa...yah, kisah cinta saya memang selalu berakhir dengan one-sided love karena saya selalu mencintai orang yang tidak mencintai saya lagi (baca: udah ada yang laen). tapi agak lucu ketika saya mencoba untuk memikirkan one-sided love, jika terjadi bahkan sebelum menyentuh start.

25 Mar 2013

Saya memahami benar bahwa cinta bukan tentang hanya bahagia saja. Saya juga memahami bahwa cinta bukan tentang hanya tertawa bersama dan berlarian di bawah hujan sambil bergandengan tangan. Saya paham bahwa cinta bukan hanya saling berkirim kabar dan mengucapkan selamat tidur. Saya tau bahwa cinta adalah mengerti, bukan kompromi. 

Tapi apa cinta harus selalu tidak bahagia?

16 Mar 2013

saya bisa menghargai satu hal setelah bekerja. bahwa menikmati sunset was a very expensive and rare moment

1 Mar 2013

about twitter (part something)

lagi. masalah dengan twitter. ahahaha...jujur kali ini gue nggak bisa stop buat narik bibir setengah centi ke kanan dan kiri. iya emang, twitter sering bikin kita salah persepsi. tapi asli deh, ketika kamu tidak mengenal baik karakter seseorang yang "sedang" kalian judge-ing, so please don't judge. nah lo, bingung kan?

engga, gue tetep bingung orang yang makan ati sama twitter. jadi begini, twitter itu identik dengan burung. lo tau apa itu burung? binatang. dia berkicau, bukan bicara. dia ngga paham bener apa yang dia suarakan. dia bahkan sering(kali) ngga inget apa yang dia kicaukan sebelumnya. dan ketika lo sakit ati sama 140 karakter, kenapa lo bisa terima ketika cewek lo cuma bilang terserah. itu agak konyol aja sih buat saya.

24 Feb 2013

Dream Job and i have to thank Rabb for it

Ketemu kan akhirnya, sama dunia kerja. sama keadaan-keadaan yang gue idam-idamkan sejak dulu. Dimana gue bisa ikut bercerita tentang lembur. Bisa menyemangati para pekerja hari Sabtu. atau bisa begitu bahagia ketika week end dateng. Ini yang gue pengen dari dulu. Dan yeah...semua itu ada waktunya kan??

Trus gimana rasanya? Gue sih enjoy. Gue sih bahagia. Terlepas dari keadaan kantor dan user gue selama 3 bulan awal ini. Terlepas dari kerjaan gue yang "mahapenting", atau dari betapa pengennya gue bisa punya meja kerja sendiri dan i can put all of my stuff on it, atau bahwa ini masih bukan dream job's profession gue. gue selalu menikmati keadaan yang ada sekarang. Dimana gue bisa berangkat saat matahari baru aja malu-malu menyapa Jakarta, dan pulang saat awan gelap telah menggelayut di sepanjang atap ibukota. 

20 Feb 2013

saya sedang tidak ingin merasakan rasanya. apapun namanya. apapun. biarkan saya tidak merasakan dulu sejenak. sejenak saja.

19 Feb 2013

Gue nggak tau. gue ngerasanya sih nggak setangguh itu. tapi entah bagaimana bisa mereka menganggap gue sebagai seseorang yang tangguh, padahal jauh di dalam diri gue sendiri sebenernya gue begitu ingin teriak mengeluh ke semua orang, dengan air mata yang berurai membasahi pipi. entah gue yang nggak mengenal diri gue sebaik itu, atau mereka yang terlalu (sok) tau tentang gue.

tapi toh kerapuhan gue tetap tersimpan rapi. dan ya, gue masih dikenal sebagai wanita (yang pura-pura) tangguh.

5 Feb 2013

saya yang jadi author happy endingnya

Semua orang sih suka banget buat bilang kalau happy ending itu hanya ada di film atau cerita dongeng anak-anak. Saya pun sering mengatakan hal itu sejak saya menonton film Hugo bersama dua sahabat hebat di salah satu mall di ujung Kota Solo. Waktu itu saya percaya sepenuhnya. Mungkin karena terbawa suasana hati saat itu. Ah, sepertinya saya ingat betul saya baru saja tak selang berapa lama putus dari pacar yang lama. Sungguh labil.

Ya, walaupun saya pun tidak bisa mengelaknya hingga saat ini. Saya belum menemukan ending yang happy dari cerita cerita hidup saya sekarang. Ah, yasudah. Saya pikir ya memang film saya sih sebenarnya belum waktunya berakhir. Tergantung juga sih, cerita yang mana yang dibicarakan. Tidak ada film yang terlalu banyak alur ceritanya. Cuma sinetron Indonesia yang seperti itu. Dan saya nggak mau punya hidup seperti sinetron-sinetron Indonesia. Bisa-bisa saya punya 6 season kehidupan.

Sebut saja kalau cerita tentang pendidikan, saya anggap kisah saya berakhir cukup manis. CUKUP. bukan happy ending. cuma rate 3 dari 5 stars. Dan buat saya itu bukan hal yang membanggakan. S.I.Kom setelah 4 tahun 11 bulan, yang layak sih hanya Alhamdulillah. Bukannya teriak-teriak bahagia sambil lompat-lompat keliling kampus.