It wasn't a lie. Kehilangan itu begitu menyesakkan. Betapapun kerasnya saya berteriak saya ikhlas. Betapapun lantangnya saya mengucapkan, sampai bertemu lagi. Air mata seringkali tetap saja tumpah ketika membuka kembali galeri-galeri gambar kenangan dan tawa kita di masa lalu.
Entah apa yang lebih menyakitkan dari kehilangan, selain dari rasa sakit itu sendiri. Entah apa yang lebih menangkan dari sebuah pelukan, selain berpelukan itu sendiri. Saya bersyukur saya tidak sendiri.
Thanks for sent me a guardian angel like him, Rabb. Which still there when I'm in my hardest time. Which always there in my every single day.
17 Des 2013
13 Des 2013
Selamat jalan adik kesayangan
Sebelumnya aku tak paham benar apa arti kehilangan. Karena aku tak pernah benar-benar merasa harus bersedih atas mereka yang harus dihilangkan dari kehidupanku. Hingga hari kemarin datang. Allah punya rencana lain untuk dia. Adik kesayangan, Elvina Inayati.
Ada banyak hal yang pada akhirnya bisa aku pahami. Bahwa memang benar Allah lebih sayang kepada makhluknya yang taat. Agar tak lebih lama dia hidup di dunia yang kotor ini. Bahwa benar pertolongannya akan datang tepat waktu. Didatangkan malaikat utusanNya untuk mengambil kembali adikku yang telah dititipkan kepada kami slama 16tahun ini. Malaikatnya datang ketika peri cantikku telah begitu lelah dengan sakit yang dideritanya selama ini. Tidak ada keraguan, dan bahwa ragu hanya membawamu dalam kesesatan.
Selamat jalan adikku tersayang. Lepaskan lupakan semua sakit yang pernah kau rasakan selama beberapa waktu terakhir. Temukan kebahagiaanmu disana, bersama malaikat-malaikat yang akan selalu membuatmu lupa bahwa kau pernah merasakan rasa sakit yang bertubi-tubi. Kelak jika Allah mengijinkan, kita semua akan dipertemukan lagi.
Terima kasih telah menjadi adikku. Yang begitu ceria dan selalu membuatku tertawa. Terima kasih telah menjadi pelajaran bagiku. Menjadi kakakmu adalah pelajaran paling tak ternilai seumur hidupku. Akan kupupuk rinduku dalam bait-bait doa diatas sajadah biru selepas sholat. Agar tempat terbaik yang kau dapatkan disana. Sampai bertemu lagi, sayang :")
Ada banyak hal yang pada akhirnya bisa aku pahami. Bahwa memang benar Allah lebih sayang kepada makhluknya yang taat. Agar tak lebih lama dia hidup di dunia yang kotor ini. Bahwa benar pertolongannya akan datang tepat waktu. Didatangkan malaikat utusanNya untuk mengambil kembali adikku yang telah dititipkan kepada kami slama 16tahun ini. Malaikatnya datang ketika peri cantikku telah begitu lelah dengan sakit yang dideritanya selama ini. Tidak ada keraguan, dan bahwa ragu hanya membawamu dalam kesesatan.
Selamat jalan adikku tersayang. Lepaskan lupakan semua sakit yang pernah kau rasakan selama beberapa waktu terakhir. Temukan kebahagiaanmu disana, bersama malaikat-malaikat yang akan selalu membuatmu lupa bahwa kau pernah merasakan rasa sakit yang bertubi-tubi. Kelak jika Allah mengijinkan, kita semua akan dipertemukan lagi.
Terima kasih telah menjadi adikku. Yang begitu ceria dan selalu membuatku tertawa. Terima kasih telah menjadi pelajaran bagiku. Menjadi kakakmu adalah pelajaran paling tak ternilai seumur hidupku. Akan kupupuk rinduku dalam bait-bait doa diatas sajadah biru selepas sholat. Agar tempat terbaik yang kau dapatkan disana. Sampai bertemu lagi, sayang :")
23 Nov 2013
Selamat sore, senja hari Sabtu milik Ibukota. Terasa cukup adil menyentuh pipi saya dengan begitu hangat setelah seharian berperang dengan dinginnya invoice yang terasa memilukan jika dibiarkan tergeletak rapi di dalam stofmap-stofmap bening di meja kantor. Simply word, yess I'm working on Saturday. Good thing to fill my empty day without you. You?? Eh? Anyone??
So, what i should I say now?
I miss you.
Not enough??
Okay, I miss you too...
So, what i should I say now?
I miss you.
Not enough??
Okay, I miss you too...
Label:
Aulia
21 Nov 2013
when some reason of smiles better keep untold
Terkadang mencintai kamu itu seasyik bermain game online di tengah malam di kamar yang hanya diterangi cahaya kuning dari lampu meja yang sudah mulai tertutup debu tebal. Serasa tak ingin berhenti. Mencintai kamu juga seasyik mendengarkan musik hype yang terputar kencang dari speaker super bass di mobil yang melaju kencang di jalan tol yang sepi kendaraan. Terlalu seru. Mencintai kamu seasyik menikmati ikan-ikan yang berjalan pelan mengitari terumbu-terumbu karang warna warni di air laut yang dingin namun begitu jernih. Sangat menenangkan.
Aku selalu merasa mencintai kamu semudah itu. Seharusnya. Seandainya aku tidak terlalu penakut untuk memulai membuka hati ini dan membiarkan kamu mengisi sedikit relung-relungnya yang telah mulai dingin karena lama tak ada yang mencoba untuk bertegur sapa dengannya. Aku masih terlalu pengecut untuk mencoba menulis satu kata untuk memulai lembaran baru buku hidup bersampul merah muda dengan gambar hati yang konon dilambangkan sebagai cinta. Tapi bagaimana jika ternyata mencintai kamu lebih mudah dari itu.
Ah, aku biarkan saja kupu-kupu cantik itu beterbangan di seluruh rongga perutku ketika aku sibuk bercanda dan sibuk membicarakan morat maritnya keadaan negara dan pemimpinnya itu. Aku biarkan saja tubuhku menghangat seketika ketika kamu bersandar dengan manja di bahuku yang kecil saat kamu asyik bermain iPhone putihmu. Aku biarkan saja ketika aku mulai sering tak bisa tidur waktu malam dan memutar kembali semua celoteh-celoteh ringanmu saat kita bersama beberapa jam sebelumnya. Aku biarkan saja ketika namamu secara otomatis terlintas ketika aku mengucap doa selepas sholatku
Terkadang aku ingin, membelai halus pipimu yang menghangat setiap kali malam mulai larut. Atau bermain dengan rambut ikalmu yang seringkali begitu berantakan karena kamu terlalu kerapkali menggaruknya sekalipun kepalamu tidak gatal. Terkadang aku ingin, menjadi orang pertama yang menyapamu dengan sebuah "good morning" walau hanya menggunakan messenger dan emote-emote centil. Terkadang keinginan itu seringkali aku kubur dalam-dalam pada akhirnya dan menjadi bunga mimpi yang terlalu membuatku sedih ketika aku akhirnya terbangun saat pagi.
Terima kasih, karena kamu begitu pandai membuatku tersenyum dengan begitu ringannya setiap kali matahari menyapa lewat celah gorden hijau tosca yang menggantung di jendela kamarku. Terima kasih karena kamu begitu pandai melepas lelahku dengan candaan-candaanmu yang selalu datang tak terduga ketika aku begitu lelah menatap monitor dan bermain dengan tuts-tuts keyboardku yang mulai pudar warna hurufnya. Terima kasih, karena setidaknya kamu membuatku sadar, bahwa aku masih bisa merasakan satu hal bernama cinta. Sekalipun tak nyata. Karena semuanya hanya akan tetap menjadi rasa yang tak akan pernah kita utarakan. Karena mungkin memang sebaiknya begitu.
Aku selalu merasa mencintai kamu semudah itu. Seharusnya. Seandainya aku tidak terlalu penakut untuk memulai membuka hati ini dan membiarkan kamu mengisi sedikit relung-relungnya yang telah mulai dingin karena lama tak ada yang mencoba untuk bertegur sapa dengannya. Aku masih terlalu pengecut untuk mencoba menulis satu kata untuk memulai lembaran baru buku hidup bersampul merah muda dengan gambar hati yang konon dilambangkan sebagai cinta. Tapi bagaimana jika ternyata mencintai kamu lebih mudah dari itu.
Ah, aku biarkan saja kupu-kupu cantik itu beterbangan di seluruh rongga perutku ketika aku sibuk bercanda dan sibuk membicarakan morat maritnya keadaan negara dan pemimpinnya itu. Aku biarkan saja tubuhku menghangat seketika ketika kamu bersandar dengan manja di bahuku yang kecil saat kamu asyik bermain iPhone putihmu. Aku biarkan saja ketika aku mulai sering tak bisa tidur waktu malam dan memutar kembali semua celoteh-celoteh ringanmu saat kita bersama beberapa jam sebelumnya. Aku biarkan saja ketika namamu secara otomatis terlintas ketika aku mengucap doa selepas sholatku
Terkadang aku ingin, membelai halus pipimu yang menghangat setiap kali malam mulai larut. Atau bermain dengan rambut ikalmu yang seringkali begitu berantakan karena kamu terlalu kerapkali menggaruknya sekalipun kepalamu tidak gatal. Terkadang aku ingin, menjadi orang pertama yang menyapamu dengan sebuah "good morning" walau hanya menggunakan messenger dan emote-emote centil. Terkadang keinginan itu seringkali aku kubur dalam-dalam pada akhirnya dan menjadi bunga mimpi yang terlalu membuatku sedih ketika aku akhirnya terbangun saat pagi.
Terima kasih, karena kamu begitu pandai membuatku tersenyum dengan begitu ringannya setiap kali matahari menyapa lewat celah gorden hijau tosca yang menggantung di jendela kamarku. Terima kasih karena kamu begitu pandai melepas lelahku dengan candaan-candaanmu yang selalu datang tak terduga ketika aku begitu lelah menatap monitor dan bermain dengan tuts-tuts keyboardku yang mulai pudar warna hurufnya. Terima kasih, karena setidaknya kamu membuatku sadar, bahwa aku masih bisa merasakan satu hal bernama cinta. Sekalipun tak nyata. Karena semuanya hanya akan tetap menjadi rasa yang tak akan pernah kita utarakan. Karena mungkin memang sebaiknya begitu.
10 Nov 2013
Saya 24 dan saya mencintai pekerjaan saya
Terkadang sulit untuk bisa membatasai diri untuk mencintai atau tidak terlalu mencintai sesuatu. Saya pun tidak tau apakah saya melakukan semua ini karena saya mencintainya. Tidak, kali ini saya tidak membicarakan laki-laki.
Saya pernah mengatakan sesuatu di salah satu jejaring sosial saya.
Loyal, cinta atau keterpaksaan.
Terasa begitu bias jika saya coba aplikasikan ke kehidupan saya sendiri.
Karena pada dasarnya saya adalah orang yang loyal, saya cintai apa yang saya miliki dan saya seringkali memaksakan diri saya agar semuanya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Lama-lama rasanya cukup mengerikan mendapati diri saya menjadi seorang workaholic yang berakibat dengan terganggunya jam istirahat dan waktu bersosialisasi saya dengan orang-orang non kantor. Iya, itu cukup mengerikan.
Tapi yasudahlah. Toh saya masih 24. Saya wanita pekerja keras, dan ya....saya mencintai pekerjaan saya. Itu saja cukup :)
Saya pernah mengatakan sesuatu di salah satu jejaring sosial saya.
Not all of workers can love their job. Some cause of the salary because they need to be the money maker of their family. Others just to avooid the judges of being "jobless degree". You have to Thank God if you can love your job no matter how miserly, how tiring it is or how it messed your rest time. Because your sincerity had been put by Rabb in your money that you get. Do you want to eat money that even didn't get it with your heart?Kali ini saya mulai menyangsikannya pada diri saya sendiri. Saya tidak tau mana yang lebih sering terjadi kepada diri saya ketika saya mulai memaksakan diri saya untuk menyelesaikan semua pekerjaan saya padahal sebenarnya badan dan fikiran sudah terlampau lelah.
Loyal, cinta atau keterpaksaan.
Terasa begitu bias jika saya coba aplikasikan ke kehidupan saya sendiri.
Karena pada dasarnya saya adalah orang yang loyal, saya cintai apa yang saya miliki dan saya seringkali memaksakan diri saya agar semuanya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Lama-lama rasanya cukup mengerikan mendapati diri saya menjadi seorang workaholic yang berakibat dengan terganggunya jam istirahat dan waktu bersosialisasi saya dengan orang-orang non kantor. Iya, itu cukup mengerikan.
Tapi yasudahlah. Toh saya masih 24. Saya wanita pekerja keras, dan ya....saya mencintai pekerjaan saya. Itu saja cukup :)
31 Okt 2013
The headache Zulfa @_@
It something that i ever never thought it would be happened to me. Not at all. Hahaha...
Bahkan seorang yang (saya rasa) begitu ekstrovert seperti saya bisa juga terkena penyakit mengerikan. Mulanya saya pikir saya hanya terkena vertigo biasa seperti orang pada umumnya. Yang akan sembuh dengan beristirahat dan meminum obat. Tapi ternyata tidak semua yang terlihat sederhana memang sederhana, dan tidak semua yang rumit memang serumit apa yang kita pikirkan.
Kejadiannya begini. Saya terserang sakit kepala selama 3 bulanan tanpa henti hampir setiap malam. Saya bilang hampir, bukan berarti selalu. Kadang terasa nyeri sampai berputar-putar, kadang terasa nyeri sampai tertusuk-tusuk, kadang hanya sebagai efek dari lapar saja. Tapi tetap saja, judulnya adalah sakit kepala.
Bahkan seorang yang (saya rasa) begitu ekstrovert seperti saya bisa juga terkena penyakit mengerikan. Mulanya saya pikir saya hanya terkena vertigo biasa seperti orang pada umumnya. Yang akan sembuh dengan beristirahat dan meminum obat. Tapi ternyata tidak semua yang terlihat sederhana memang sederhana, dan tidak semua yang rumit memang serumit apa yang kita pikirkan.
Kejadiannya begini. Saya terserang sakit kepala selama 3 bulanan tanpa henti hampir setiap malam. Saya bilang hampir, bukan berarti selalu. Kadang terasa nyeri sampai berputar-putar, kadang terasa nyeri sampai tertusuk-tusuk, kadang hanya sebagai efek dari lapar saja. Tapi tetap saja, judulnya adalah sakit kepala.
24 Sep 2013
Seperti layang-layang yang tidak ingin aku terbangkan
Aku suka. Aku suka ketika kamu tertawa dengan lepas saat bercakap dengan lawan bicaramu. Terlihat begitu bertolak belakang ketika kamu sedang berhadapan dengan LCD kecil di meja kerja kamu. Aku suka ketika melihat wajah kamu berkerut sambil memandang kolom-kolom tabel di monitor kerjamu. Aku suka ketika melihat kamu terjalan begitu terburu-buru saat sedang mengajar waktu, yang kamu sendiri tahu bahwa kamu tak akan pernah sanggup menangkapnya.
Iya, seperti aku yang begitu jauh berada di belakangmu. Selalu duduk sekurangnya 20 meter dari kamu hanya untuk bisa melihat kamu menarik garis bibirmu ketika sedang asyik bercakap dengan orang lain. Selalu berdiri di belakangmu, setidaknya untuk melihat kamu sedang berjalan menuju entah apa atau siapa yang ada di depanmu. Dan berlari dalam bayanganmu. Dekat, namun tak terlihat.
Ternyata seperti ini rasanya mencintai kamu. Seperti sedang bermain dengan layang-layang yang terbang dan berwana transparan. Cantik, melayang tinggi, tapi hanya bisa aku nikmati dari jauh. Mungkin yang akan aku lakukan hanya membiarkan layang-layang itu tetap terbang di langit. Karena jika aku meraihnya, aku khawatir akan merusaknya dan tak akan pernah membiarkannya terbang lagi. Toh aku juga tak tau apa yang akan aku lakukan dengan layang-layang yang tak ingin aku terbangkan. Iya....seperti itu rasanya mencintai kamu.
Iya, seperti aku yang begitu jauh berada di belakangmu. Selalu duduk sekurangnya 20 meter dari kamu hanya untuk bisa melihat kamu menarik garis bibirmu ketika sedang asyik bercakap dengan orang lain. Selalu berdiri di belakangmu, setidaknya untuk melihat kamu sedang berjalan menuju entah apa atau siapa yang ada di depanmu. Dan berlari dalam bayanganmu. Dekat, namun tak terlihat.
Ternyata seperti ini rasanya mencintai kamu. Seperti sedang bermain dengan layang-layang yang terbang dan berwana transparan. Cantik, melayang tinggi, tapi hanya bisa aku nikmati dari jauh. Mungkin yang akan aku lakukan hanya membiarkan layang-layang itu tetap terbang di langit. Karena jika aku meraihnya, aku khawatir akan merusaknya dan tak akan pernah membiarkannya terbang lagi. Toh aku juga tak tau apa yang akan aku lakukan dengan layang-layang yang tak ingin aku terbangkan. Iya....seperti itu rasanya mencintai kamu.
22 Sep 2013
Lessons of the day : The Holiday
What do you usually do when you having a short holiday??
Bangun siang. Bersih-bersih kamar. Hot coffee (Oh i don't need to mention it, it always be the best partner in my each morning). Loud music all day long. Movie-ing. Blogging. Oh....it such a heaven time.
Rasanya menyenangkan bisa mengatur waktu senggangmu sendiri. Dengan atau tanpa teman di hari libur, dengan atau tanpa acara, saya selalu menyukai semua bentuk hari libur. Seperti siang ini, ditemani dengan sepiring nasi opor ayam hasil beredar mencari warteg yang buka and unfortunately I met my frends there as my saviour, karena warteg yang saya datangi kebetulan sangat penuh dengan bapak-bapak yang saya berani bertaruh sudah seumuran Papa saya dirumah, i spent my time with a movie.
The Holiday. Sebuah film keluaran tahun 2006. Bukan film-film yang sepertinya masuk jajaran box office pada masanya. But I love it somehow. Sebuah film yang bercerita tentang hasil escaping from a broken heart situation. Classic. Hahaha....film drama ala ala ftv yang bikin galau gitu sik. Sebenernya yang bikin galau karena kenapa Jude Law begitu tampan dan rupawan, dan dia bukan pendamping sayaa :|
Dari film ini saya jadi memahami banyak hal. Bahwa iya, meninggalkan sebuah permasalahan tidak akan membuat hati menjadi tenang. Escaping is escaping. Even it's near or far. And yeah...very me. That an unfinish business always be an unfinish business. Hahaha....business apa lagi sih Jup, sok kebanyakan bisnis aja deh..
Dua. Even a tear can be so helpfull. Ya, bahwa kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dan ya, ketika tidak ada seorangpun yang bisa diajak berbagi, bahkan setetes air mata dapat begitu membantu. Bukan untuk menyelesaikan masalah. Hanya membantu untuk melepaskan udara-udara kekesalan yang begitu menyesakkan. ceilah...bahasa lau jup.
Three. You never know how it would be ending, not when you even never try to start. Brave, faithful and believe. Only me that could toughen my self.
Damnly, kadang melaksanakan tidak semudah menulis semua lessons of the day ini. Oh....it's oftenly i mean.
Bangun siang. Bersih-bersih kamar. Hot coffee (Oh i don't need to mention it, it always be the best partner in my each morning). Loud music all day long. Movie-ing. Blogging. Oh....it such a heaven time.
Rasanya menyenangkan bisa mengatur waktu senggangmu sendiri. Dengan atau tanpa teman di hari libur, dengan atau tanpa acara, saya selalu menyukai semua bentuk hari libur. Seperti siang ini, ditemani dengan sepiring nasi opor ayam hasil beredar mencari warteg yang buka and unfortunately I met my frends there as my saviour, karena warteg yang saya datangi kebetulan sangat penuh dengan bapak-bapak yang saya berani bertaruh sudah seumuran Papa saya dirumah, i spent my time with a movie.
![]() |
| The Holiday DVD Cover (Google) |
The Holiday. Sebuah film keluaran tahun 2006. Bukan film-film yang sepertinya masuk jajaran box office pada masanya. But I love it somehow. Sebuah film yang bercerita tentang hasil escaping from a broken heart situation. Classic. Hahaha....film drama ala ala ftv yang bikin galau gitu sik. Sebenernya yang bikin galau karena kenapa Jude Law begitu tampan dan rupawan, dan dia bukan pendamping sayaa :|
Dari film ini saya jadi memahami banyak hal. Bahwa iya, meninggalkan sebuah permasalahan tidak akan membuat hati menjadi tenang. Escaping is escaping. Even it's near or far. And yeah...very me. That an unfinish business always be an unfinish business. Hahaha....business apa lagi sih Jup, sok kebanyakan bisnis aja deh..
Dua. Even a tear can be so helpfull. Ya, bahwa kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dan ya, ketika tidak ada seorangpun yang bisa diajak berbagi, bahkan setetes air mata dapat begitu membantu. Bukan untuk menyelesaikan masalah. Hanya membantu untuk melepaskan udara-udara kekesalan yang begitu menyesakkan. ceilah...bahasa lau jup.
Three. You never know how it would be ending, not when you even never try to start. Brave, faithful and believe. Only me that could toughen my self.
Damnly, kadang melaksanakan tidak semudah menulis semua lessons of the day ini. Oh....it's oftenly i mean.
20 Sep 2013
Durable night (love)
Dunia ini terlalu huge untuk dihabiskan sendiri, makanya aku pengen bagi sama kamu.
~ Durable Love
Katanya sih begitu. Tapi entahlah, rasanya dunia sebenarnya ngga seluas itu. Bahkan terlalu sempit untuk dihabiskan sendiri. Kita tidak sedang membicarakan jarak bukan?? :p
Ada banyak hal yang memang menyenangkan untuk dihabiskan sendiri. Malam yang panjang sebelum bertemu dengan akhir pekan yang dimodifikasi menjadi satu hari kerja tambahan misalnya. Rasanya agak terlalu mengesalkan jika waktu berharga seperti ini digunakan untuk bersantai memikirkan yang sudah menyita waktu pikir selama 5 hari kemarin. Malam panjang seperti ini lebih asik untuk bercengkerama dengan diri sendiri. Dengan cerita - cerita yang belum menemukan jalan akhirnya. Maaf, kali ini saya sedang tidak membicarakan tentang kamu. Oke....i need a durable night!
19 Sep 2013
Topeng
Saya selalu percaya bahwa semua orang pasti pernah mengenakan topeng setidaknya sekali dalam hidupnya. Dan saya lebih percaya bahwa lebih banyak orang yang mengenakan topeng setidaknya beberapa jam setiap hari, atau dengan beberapa orang dalam kehidupannya. Selalu ada yang disembunyikan.
Saya tidak heran ketika seorang teman saya bercerita bahwa dia merasa terkejut dengan seorang temannya karena dia tiba-tiba mendapati bahwa temannya pernah melakukan hal tidak terpuji. Bagi dia, itu mengejutkan karena temannya adalah seseorang yang begitu santun dan taat beribadah. Bagi saya, entahlah. Saya tidak pernah menganggap bahwa tingkat ketaatan seseorang sejajar sama tinggi dengan tingkat perilaku seseorang. Sejajar mungkin iya, tapi sama tinggi? Sepertinya big NO. Pun saya :)
Saya tidak sedang men-judge seseorang. Saya hanya merasa, iya memang benar kalian tidak akan pernah tau peperangan macam apa yang sedang diperjuangkan oleh orang lain. Tidak oleh sahabat saya, atau kedua orang tua saya sendiri. Saya hanya....ya setuju bahwa tidak ada yang tidak punya rahasia.
Lucu mengetahui bahwa akhirnya kita terkejut dengan rahasia-rahasia kecil dari Allah yang akhirnya kita diijinkan untuk mengetahuinya. Memang benar, ada beberapa hal yang memang lebih baik untuk dikatakan. Lebih baik disimpan sendiri. Atau katakan saja pada tulisan. Seperti saya. Seperti mereka yang juga tidak begitu pandai bercerita tentang masalah-masalah mereka.
Ah hidup. Penuh rahasia. Penuh palsu. Semoga saja cahaya jalan keluar dari masalah yang saya lihat ke depan tidak palsu. Bukan fatamorgana. Saya lelah :)
Saya tidak heran ketika seorang teman saya bercerita bahwa dia merasa terkejut dengan seorang temannya karena dia tiba-tiba mendapati bahwa temannya pernah melakukan hal tidak terpuji. Bagi dia, itu mengejutkan karena temannya adalah seseorang yang begitu santun dan taat beribadah. Bagi saya, entahlah. Saya tidak pernah menganggap bahwa tingkat ketaatan seseorang sejajar sama tinggi dengan tingkat perilaku seseorang. Sejajar mungkin iya, tapi sama tinggi? Sepertinya big NO. Pun saya :)
Saya tidak sedang men-judge seseorang. Saya hanya merasa, iya memang benar kalian tidak akan pernah tau peperangan macam apa yang sedang diperjuangkan oleh orang lain. Tidak oleh sahabat saya, atau kedua orang tua saya sendiri. Saya hanya....ya setuju bahwa tidak ada yang tidak punya rahasia.
Lucu mengetahui bahwa akhirnya kita terkejut dengan rahasia-rahasia kecil dari Allah yang akhirnya kita diijinkan untuk mengetahuinya. Memang benar, ada beberapa hal yang memang lebih baik untuk dikatakan. Lebih baik disimpan sendiri. Atau katakan saja pada tulisan. Seperti saya. Seperti mereka yang juga tidak begitu pandai bercerita tentang masalah-masalah mereka.
Ah hidup. Penuh rahasia. Penuh palsu. Semoga saja cahaya jalan keluar dari masalah yang saya lihat ke depan tidak palsu. Bukan fatamorgana. Saya lelah :)
13 Sep 2013
tidak sempat. atau mungkin tidak mau. mungkin
"Aku cupu deh sekarang, kak. Balik kantor langsung tidur mulu. Udah ga bisa begadang ampe malem lagi..."
"Nggak...kamu ngga cupu kok. Aku paham kok."
"Kamu jangan terlalu mengerti aku kak..."
"Kamu tu cuma sedikit bosen aja. Dan kamu pengen bersandar kepada seseorang. Kangen akan pelukan seseorang. Dimana dia yang bisa memahami kamu ketika kamu lelah. Ketika kamu bersemangat dia akan lebih menyemangati kami. Ketika kamu biasa aja, dia akan membuat hidupmu "life is never flat""
Entah obrolan macam apa yang keluar dari jari-jari sahabat saya ini semalam. Dari sebuah cerita singkat tentang kecupuan saya yang selalu KO setiap pulang kerja, jadi semacam ada pembukaan tentang jati diri saya yang sebenarnya.
Ajaib. Ketika orang lain terasa bisa lebih memahami diri kita, sedangkan kita sendiri merasa tidak terlalu peduli dengan apa yang diri kita butuhkan atau inginkan.Ajaib atau apatis itu namanya?
Saya sendiri pun merasa sering melakukan hal yang demikian. Obrolan ini pernah terjadi sebelumnya dengan seseorang beberapa waktu lalu. Malam itu dia bercerita bahwa dia bertemu dengan seseorang, dan orang itu berkata bahwa teman saya ini perlu memikirkan lebih matang lagi tentang apa yang akan dia lakukan. Malam itu saya bisa dengan lantang berkata
"Lihat kan? Orang lain yang baru kenal kamu beberapa waktu aja paham benar kamu seperti apa. Lalu kamu pikir aku baru kenal kamu kemarin sore karena aku sesekali mengingatkan kamu betapa ceroboh dan tidak fokusnya kamu?"
Lalu sekarang saya berfikir, mungkin saya terlalu sibuk memahami orang lain, sehingga saya bahkan tidak sempat memahami kebutuhan saya sendiri. Mungkin
"Nggak...kamu ngga cupu kok. Aku paham kok."
"Kamu jangan terlalu mengerti aku kak..."
"Kamu tu cuma sedikit bosen aja. Dan kamu pengen bersandar kepada seseorang. Kangen akan pelukan seseorang. Dimana dia yang bisa memahami kamu ketika kamu lelah. Ketika kamu bersemangat dia akan lebih menyemangati kami. Ketika kamu biasa aja, dia akan membuat hidupmu "life is never flat""
Entah obrolan macam apa yang keluar dari jari-jari sahabat saya ini semalam. Dari sebuah cerita singkat tentang kecupuan saya yang selalu KO setiap pulang kerja, jadi semacam ada pembukaan tentang jati diri saya yang sebenarnya.
Ajaib. Ketika orang lain terasa bisa lebih memahami diri kita, sedangkan kita sendiri merasa tidak terlalu peduli dengan apa yang diri kita butuhkan atau inginkan.Ajaib atau apatis itu namanya?
Saya sendiri pun merasa sering melakukan hal yang demikian. Obrolan ini pernah terjadi sebelumnya dengan seseorang beberapa waktu lalu. Malam itu dia bercerita bahwa dia bertemu dengan seseorang, dan orang itu berkata bahwa teman saya ini perlu memikirkan lebih matang lagi tentang apa yang akan dia lakukan. Malam itu saya bisa dengan lantang berkata
"Lihat kan? Orang lain yang baru kenal kamu beberapa waktu aja paham benar kamu seperti apa. Lalu kamu pikir aku baru kenal kamu kemarin sore karena aku sesekali mengingatkan kamu betapa ceroboh dan tidak fokusnya kamu?"
Lalu sekarang saya berfikir, mungkin saya terlalu sibuk memahami orang lain, sehingga saya bahkan tidak sempat memahami kebutuhan saya sendiri. Mungkin
Langganan:
Postingan (Atom)

