Even the internet now were closer than your boyfriend's ear.
Ini satu hal yang lucu karena sekarang saya sudah hampir tidak lagi mendengar dunia hanya milik berdua. No no no....sekarang ketika bertemu orang pacaran, dunia jadi milik sendiri. Satu wanita dengan dunia (maya) nya, satu lelaki dengan dunia (maya) lainnya.Tunjuk tangan siapa yang lebih bisa satu hari tanpa internet, daripada satu hari tanpa tangan dan senyum si pacar. Bahkan saya.
You have a problem, you talk to Twitter. You want to solve your problem, you have Google. You want to share your problem, you share with Path. You want to tell your problem without any bad words, you write in Blog. You want to know what's your problem?? Internet makes the distance get closer but make the distance between the close one.
20 Mei 2014
9 Mei 2014
6 Mei 2014
pentingception
Sedikit tinggi hati rasanya waktu akhirnya dianggap menjadi seseorang yang penting untuk sesuatu yang sangat penting. Biasanya saya yang menganggap sesuatu itu penting tanpa saya dianggap penting oleh apa yang saya anggap penting. Hingga akhirnya saya tau bahwa dianggap penting itu menyenangkan, membuat saya sedikit terbang dari tanah yang biasa saya injak.
Halo kamu yang penting, bisa kita berjalan bergandengan bersama tanpa saling menyakiti satu sama lain. Saya bosan sakit kepala karena menghadapi kamu yang suka semua yang serba instan. Project oh project....kita sahabatan dari sekarang yaa. Janji jari kelingking (^^,)/
Sincerely,
your project doer
L
Halo kamu yang penting, bisa kita berjalan bergandengan bersama tanpa saling menyakiti satu sama lain. Saya bosan sakit kepala karena menghadapi kamu yang suka semua yang serba instan. Project oh project....kita sahabatan dari sekarang yaa. Janji jari kelingking (^^,)/
Sincerely,
your project doer
L
Label:
Aulia
27 Mar 2014
Won't say DON'T
Bosan bercerita tentang cinta dan pekerjaan, saya mencoba memikirkan sesuatu yang lain pagi ini saat sarapan di sebuah restoran hotel ditemani dengan secangkir teh. Pagi ini saya membuat ramuan kopi yang buruk sekali, sampai saya sepertinya tidak ingin meneguk kopi apapun dalam beberapa jam kedepan.
Saya sedang sarapan sambil mengira-ira, apa hanya saya yang sedang menunggu seseorang saat ini dan duduk begitu lama dan terus mengamati kegiatan mereka di sekitar saya. Hingga tercium bau asap rokok yang begitu menyengat hingga terlalu menyesakkan hidung dan rongga paru-paru saya. Saya menduga dia sedang menghisap rokok non slim yang murahan dan begitu cepat mematikan orang-orang di sekelilingnya kalau saja kami dikurung bersamanya di dalam ruangan tertutup. Pria ini sangat tidak seksi, dan sangat tidak punya selera. Tiba-tiba saya tersenyum, sejak kapan saya memiliki selera tentang pria perokok.
Saya sedang sarapan sambil mengira-ira, apa hanya saya yang sedang menunggu seseorang saat ini dan duduk begitu lama dan terus mengamati kegiatan mereka di sekitar saya. Hingga tercium bau asap rokok yang begitu menyengat hingga terlalu menyesakkan hidung dan rongga paru-paru saya. Saya menduga dia sedang menghisap rokok non slim yang murahan dan begitu cepat mematikan orang-orang di sekelilingnya kalau saja kami dikurung bersamanya di dalam ruangan tertutup. Pria ini sangat tidak seksi, dan sangat tidak punya selera. Tiba-tiba saya tersenyum, sejak kapan saya memiliki selera tentang pria perokok.
6 Mar 2014
Sore di Jakarta
1.
Selamat sore, langit Jakarta...
Tidak terlalu indah langit sore yang kita lihat saat itu. Hanya langit sore berwarna oranye di tengah keramaian pantai Ancol. Kata orang sih tidak masalah kita ada dimana, dengan siapa itu yang paling penting. Saya tidak melihat ada yang berbeda dengan orang-orang yang ada di sekitar saya. Hanya sahabat perempuan saya yang asyik berpelukan dengan pacarnya, seolah langit Jakarta sore itu adalah langit terindah yang pernah mereka lihat. Saya berani bertaruh, langit-langit penuh bintang di atas gunung-gunung tinggi yang pernah mereka daki pasti 1000 kali lebih mengesankan daripada langit sore itu.
Juga satu anak laki-laki teman sahabat saya yang diajaknya untuk bisa menemani kekakuan saya ketika mereka berpelukan. Saya tidak terlalu mengenalnya, dan saya tidak peduli. Bagi saya, berbicara dengan stranger selalu lebih menyenangkan daripada dengan teman sekolah, atau teman kampus, atau teman kantor. Tapi tetap saja, dia toh tidak membuat saya beranggapan langit oranye Jakarta sore ini terlihat lebih menarik daripada langit-langit Jakarta pada hari lainnya. Tetap saja ini di Jakarta.
Selamat sore, langit Jakarta...
Tidak terlalu indah langit sore yang kita lihat saat itu. Hanya langit sore berwarna oranye di tengah keramaian pantai Ancol. Kata orang sih tidak masalah kita ada dimana, dengan siapa itu yang paling penting. Saya tidak melihat ada yang berbeda dengan orang-orang yang ada di sekitar saya. Hanya sahabat perempuan saya yang asyik berpelukan dengan pacarnya, seolah langit Jakarta sore itu adalah langit terindah yang pernah mereka lihat. Saya berani bertaruh, langit-langit penuh bintang di atas gunung-gunung tinggi yang pernah mereka daki pasti 1000 kali lebih mengesankan daripada langit sore itu.
Juga satu anak laki-laki teman sahabat saya yang diajaknya untuk bisa menemani kekakuan saya ketika mereka berpelukan. Saya tidak terlalu mengenalnya, dan saya tidak peduli. Bagi saya, berbicara dengan stranger selalu lebih menyenangkan daripada dengan teman sekolah, atau teman kampus, atau teman kantor. Tapi tetap saja, dia toh tidak membuat saya beranggapan langit oranye Jakarta sore ini terlihat lebih menarik daripada langit-langit Jakarta pada hari lainnya. Tetap saja ini di Jakarta.
17 Des 2013
It wasn't a lie. Kehilangan itu begitu menyesakkan. Betapapun kerasnya saya berteriak saya ikhlas. Betapapun lantangnya saya mengucapkan, sampai bertemu lagi. Air mata seringkali tetap saja tumpah ketika membuka kembali galeri-galeri gambar kenangan dan tawa kita di masa lalu.
Entah apa yang lebih menyakitkan dari kehilangan, selain dari rasa sakit itu sendiri. Entah apa yang lebih menangkan dari sebuah pelukan, selain berpelukan itu sendiri. Saya bersyukur saya tidak sendiri.
Thanks for sent me a guardian angel like him, Rabb. Which still there when I'm in my hardest time. Which always there in my every single day.
Entah apa yang lebih menyakitkan dari kehilangan, selain dari rasa sakit itu sendiri. Entah apa yang lebih menangkan dari sebuah pelukan, selain berpelukan itu sendiri. Saya bersyukur saya tidak sendiri.
Thanks for sent me a guardian angel like him, Rabb. Which still there when I'm in my hardest time. Which always there in my every single day.
13 Des 2013
Selamat jalan adik kesayangan
Sebelumnya aku tak paham benar apa arti kehilangan. Karena aku tak pernah benar-benar merasa harus bersedih atas mereka yang harus dihilangkan dari kehidupanku. Hingga hari kemarin datang. Allah punya rencana lain untuk dia. Adik kesayangan, Elvina Inayati.
Ada banyak hal yang pada akhirnya bisa aku pahami. Bahwa memang benar Allah lebih sayang kepada makhluknya yang taat. Agar tak lebih lama dia hidup di dunia yang kotor ini. Bahwa benar pertolongannya akan datang tepat waktu. Didatangkan malaikat utusanNya untuk mengambil kembali adikku yang telah dititipkan kepada kami slama 16tahun ini. Malaikatnya datang ketika peri cantikku telah begitu lelah dengan sakit yang dideritanya selama ini. Tidak ada keraguan, dan bahwa ragu hanya membawamu dalam kesesatan.
Selamat jalan adikku tersayang. Lepaskan lupakan semua sakit yang pernah kau rasakan selama beberapa waktu terakhir. Temukan kebahagiaanmu disana, bersama malaikat-malaikat yang akan selalu membuatmu lupa bahwa kau pernah merasakan rasa sakit yang bertubi-tubi. Kelak jika Allah mengijinkan, kita semua akan dipertemukan lagi.
Terima kasih telah menjadi adikku. Yang begitu ceria dan selalu membuatku tertawa. Terima kasih telah menjadi pelajaran bagiku. Menjadi kakakmu adalah pelajaran paling tak ternilai seumur hidupku. Akan kupupuk rinduku dalam bait-bait doa diatas sajadah biru selepas sholat. Agar tempat terbaik yang kau dapatkan disana. Sampai bertemu lagi, sayang :")
Ada banyak hal yang pada akhirnya bisa aku pahami. Bahwa memang benar Allah lebih sayang kepada makhluknya yang taat. Agar tak lebih lama dia hidup di dunia yang kotor ini. Bahwa benar pertolongannya akan datang tepat waktu. Didatangkan malaikat utusanNya untuk mengambil kembali adikku yang telah dititipkan kepada kami slama 16tahun ini. Malaikatnya datang ketika peri cantikku telah begitu lelah dengan sakit yang dideritanya selama ini. Tidak ada keraguan, dan bahwa ragu hanya membawamu dalam kesesatan.
Selamat jalan adikku tersayang. Lepaskan lupakan semua sakit yang pernah kau rasakan selama beberapa waktu terakhir. Temukan kebahagiaanmu disana, bersama malaikat-malaikat yang akan selalu membuatmu lupa bahwa kau pernah merasakan rasa sakit yang bertubi-tubi. Kelak jika Allah mengijinkan, kita semua akan dipertemukan lagi.
Terima kasih telah menjadi adikku. Yang begitu ceria dan selalu membuatku tertawa. Terima kasih telah menjadi pelajaran bagiku. Menjadi kakakmu adalah pelajaran paling tak ternilai seumur hidupku. Akan kupupuk rinduku dalam bait-bait doa diatas sajadah biru selepas sholat. Agar tempat terbaik yang kau dapatkan disana. Sampai bertemu lagi, sayang :")
23 Nov 2013
Selamat sore, senja hari Sabtu milik Ibukota. Terasa cukup adil menyentuh pipi saya dengan begitu hangat setelah seharian berperang dengan dinginnya invoice yang terasa memilukan jika dibiarkan tergeletak rapi di dalam stofmap-stofmap bening di meja kantor. Simply word, yess I'm working on Saturday. Good thing to fill my empty day without you. You?? Eh? Anyone??
So, what i should I say now?
I miss you.
Not enough??
Okay, I miss you too...
So, what i should I say now?
I miss you.
Not enough??
Okay, I miss you too...
Label:
Aulia
21 Nov 2013
when some reason of smiles better keep untold
Terkadang mencintai kamu itu seasyik bermain game online di tengah malam di kamar yang hanya diterangi cahaya kuning dari lampu meja yang sudah mulai tertutup debu tebal. Serasa tak ingin berhenti. Mencintai kamu juga seasyik mendengarkan musik hype yang terputar kencang dari speaker super bass di mobil yang melaju kencang di jalan tol yang sepi kendaraan. Terlalu seru. Mencintai kamu seasyik menikmati ikan-ikan yang berjalan pelan mengitari terumbu-terumbu karang warna warni di air laut yang dingin namun begitu jernih. Sangat menenangkan.
Aku selalu merasa mencintai kamu semudah itu. Seharusnya. Seandainya aku tidak terlalu penakut untuk memulai membuka hati ini dan membiarkan kamu mengisi sedikit relung-relungnya yang telah mulai dingin karena lama tak ada yang mencoba untuk bertegur sapa dengannya. Aku masih terlalu pengecut untuk mencoba menulis satu kata untuk memulai lembaran baru buku hidup bersampul merah muda dengan gambar hati yang konon dilambangkan sebagai cinta. Tapi bagaimana jika ternyata mencintai kamu lebih mudah dari itu.
Ah, aku biarkan saja kupu-kupu cantik itu beterbangan di seluruh rongga perutku ketika aku sibuk bercanda dan sibuk membicarakan morat maritnya keadaan negara dan pemimpinnya itu. Aku biarkan saja tubuhku menghangat seketika ketika kamu bersandar dengan manja di bahuku yang kecil saat kamu asyik bermain iPhone putihmu. Aku biarkan saja ketika aku mulai sering tak bisa tidur waktu malam dan memutar kembali semua celoteh-celoteh ringanmu saat kita bersama beberapa jam sebelumnya. Aku biarkan saja ketika namamu secara otomatis terlintas ketika aku mengucap doa selepas sholatku
Terkadang aku ingin, membelai halus pipimu yang menghangat setiap kali malam mulai larut. Atau bermain dengan rambut ikalmu yang seringkali begitu berantakan karena kamu terlalu kerapkali menggaruknya sekalipun kepalamu tidak gatal. Terkadang aku ingin, menjadi orang pertama yang menyapamu dengan sebuah "good morning" walau hanya menggunakan messenger dan emote-emote centil. Terkadang keinginan itu seringkali aku kubur dalam-dalam pada akhirnya dan menjadi bunga mimpi yang terlalu membuatku sedih ketika aku akhirnya terbangun saat pagi.
Terima kasih, karena kamu begitu pandai membuatku tersenyum dengan begitu ringannya setiap kali matahari menyapa lewat celah gorden hijau tosca yang menggantung di jendela kamarku. Terima kasih karena kamu begitu pandai melepas lelahku dengan candaan-candaanmu yang selalu datang tak terduga ketika aku begitu lelah menatap monitor dan bermain dengan tuts-tuts keyboardku yang mulai pudar warna hurufnya. Terima kasih, karena setidaknya kamu membuatku sadar, bahwa aku masih bisa merasakan satu hal bernama cinta. Sekalipun tak nyata. Karena semuanya hanya akan tetap menjadi rasa yang tak akan pernah kita utarakan. Karena mungkin memang sebaiknya begitu.
Aku selalu merasa mencintai kamu semudah itu. Seharusnya. Seandainya aku tidak terlalu penakut untuk memulai membuka hati ini dan membiarkan kamu mengisi sedikit relung-relungnya yang telah mulai dingin karena lama tak ada yang mencoba untuk bertegur sapa dengannya. Aku masih terlalu pengecut untuk mencoba menulis satu kata untuk memulai lembaran baru buku hidup bersampul merah muda dengan gambar hati yang konon dilambangkan sebagai cinta. Tapi bagaimana jika ternyata mencintai kamu lebih mudah dari itu.
Ah, aku biarkan saja kupu-kupu cantik itu beterbangan di seluruh rongga perutku ketika aku sibuk bercanda dan sibuk membicarakan morat maritnya keadaan negara dan pemimpinnya itu. Aku biarkan saja tubuhku menghangat seketika ketika kamu bersandar dengan manja di bahuku yang kecil saat kamu asyik bermain iPhone putihmu. Aku biarkan saja ketika aku mulai sering tak bisa tidur waktu malam dan memutar kembali semua celoteh-celoteh ringanmu saat kita bersama beberapa jam sebelumnya. Aku biarkan saja ketika namamu secara otomatis terlintas ketika aku mengucap doa selepas sholatku
Terkadang aku ingin, membelai halus pipimu yang menghangat setiap kali malam mulai larut. Atau bermain dengan rambut ikalmu yang seringkali begitu berantakan karena kamu terlalu kerapkali menggaruknya sekalipun kepalamu tidak gatal. Terkadang aku ingin, menjadi orang pertama yang menyapamu dengan sebuah "good morning" walau hanya menggunakan messenger dan emote-emote centil. Terkadang keinginan itu seringkali aku kubur dalam-dalam pada akhirnya dan menjadi bunga mimpi yang terlalu membuatku sedih ketika aku akhirnya terbangun saat pagi.
Terima kasih, karena kamu begitu pandai membuatku tersenyum dengan begitu ringannya setiap kali matahari menyapa lewat celah gorden hijau tosca yang menggantung di jendela kamarku. Terima kasih karena kamu begitu pandai melepas lelahku dengan candaan-candaanmu yang selalu datang tak terduga ketika aku begitu lelah menatap monitor dan bermain dengan tuts-tuts keyboardku yang mulai pudar warna hurufnya. Terima kasih, karena setidaknya kamu membuatku sadar, bahwa aku masih bisa merasakan satu hal bernama cinta. Sekalipun tak nyata. Karena semuanya hanya akan tetap menjadi rasa yang tak akan pernah kita utarakan. Karena mungkin memang sebaiknya begitu.
10 Nov 2013
Saya 24 dan saya mencintai pekerjaan saya
Terkadang sulit untuk bisa membatasai diri untuk mencintai atau tidak terlalu mencintai sesuatu. Saya pun tidak tau apakah saya melakukan semua ini karena saya mencintainya. Tidak, kali ini saya tidak membicarakan laki-laki.
Saya pernah mengatakan sesuatu di salah satu jejaring sosial saya.
Loyal, cinta atau keterpaksaan.
Terasa begitu bias jika saya coba aplikasikan ke kehidupan saya sendiri.
Karena pada dasarnya saya adalah orang yang loyal, saya cintai apa yang saya miliki dan saya seringkali memaksakan diri saya agar semuanya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Lama-lama rasanya cukup mengerikan mendapati diri saya menjadi seorang workaholic yang berakibat dengan terganggunya jam istirahat dan waktu bersosialisasi saya dengan orang-orang non kantor. Iya, itu cukup mengerikan.
Tapi yasudahlah. Toh saya masih 24. Saya wanita pekerja keras, dan ya....saya mencintai pekerjaan saya. Itu saja cukup :)
Saya pernah mengatakan sesuatu di salah satu jejaring sosial saya.
Not all of workers can love their job. Some cause of the salary because they need to be the money maker of their family. Others just to avooid the judges of being "jobless degree". You have to Thank God if you can love your job no matter how miserly, how tiring it is or how it messed your rest time. Because your sincerity had been put by Rabb in your money that you get. Do you want to eat money that even didn't get it with your heart?Kali ini saya mulai menyangsikannya pada diri saya sendiri. Saya tidak tau mana yang lebih sering terjadi kepada diri saya ketika saya mulai memaksakan diri saya untuk menyelesaikan semua pekerjaan saya padahal sebenarnya badan dan fikiran sudah terlampau lelah.
Loyal, cinta atau keterpaksaan.
Terasa begitu bias jika saya coba aplikasikan ke kehidupan saya sendiri.
Karena pada dasarnya saya adalah orang yang loyal, saya cintai apa yang saya miliki dan saya seringkali memaksakan diri saya agar semuanya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Lama-lama rasanya cukup mengerikan mendapati diri saya menjadi seorang workaholic yang berakibat dengan terganggunya jam istirahat dan waktu bersosialisasi saya dengan orang-orang non kantor. Iya, itu cukup mengerikan.
Tapi yasudahlah. Toh saya masih 24. Saya wanita pekerja keras, dan ya....saya mencintai pekerjaan saya. Itu saja cukup :)
31 Okt 2013
The headache Zulfa @_@
It something that i ever never thought it would be happened to me. Not at all. Hahaha...
Bahkan seorang yang (saya rasa) begitu ekstrovert seperti saya bisa juga terkena penyakit mengerikan. Mulanya saya pikir saya hanya terkena vertigo biasa seperti orang pada umumnya. Yang akan sembuh dengan beristirahat dan meminum obat. Tapi ternyata tidak semua yang terlihat sederhana memang sederhana, dan tidak semua yang rumit memang serumit apa yang kita pikirkan.
Kejadiannya begini. Saya terserang sakit kepala selama 3 bulanan tanpa henti hampir setiap malam. Saya bilang hampir, bukan berarti selalu. Kadang terasa nyeri sampai berputar-putar, kadang terasa nyeri sampai tertusuk-tusuk, kadang hanya sebagai efek dari lapar saja. Tapi tetap saja, judulnya adalah sakit kepala.
Bahkan seorang yang (saya rasa) begitu ekstrovert seperti saya bisa juga terkena penyakit mengerikan. Mulanya saya pikir saya hanya terkena vertigo biasa seperti orang pada umumnya. Yang akan sembuh dengan beristirahat dan meminum obat. Tapi ternyata tidak semua yang terlihat sederhana memang sederhana, dan tidak semua yang rumit memang serumit apa yang kita pikirkan.
Kejadiannya begini. Saya terserang sakit kepala selama 3 bulanan tanpa henti hampir setiap malam. Saya bilang hampir, bukan berarti selalu. Kadang terasa nyeri sampai berputar-putar, kadang terasa nyeri sampai tertusuk-tusuk, kadang hanya sebagai efek dari lapar saja. Tapi tetap saja, judulnya adalah sakit kepala.
Langganan:
Postingan (Atom)
