Home

14 Jul 2013

salam hangat dari calon istri yang suka menulis

Kalau saja aku bisa menulis buku secepat aku melahap sebuah buku, mungkin aku akan berhenti menulis. Aku bersyukur karena aku tidak begitu mahir menulis. Sekalipun aku ingin sesekali mahir dalam menulis. Agar aku dikenal oleh orang-orang. Sebagai seorang yang memiliki talenta. Berbakat. Atau mungkin aku akan dipanggil sebagai, penulis muda. Ah....cantik nian panggilan itu.

Tapi toh  aku tetap saja menulis dengan setia disini saja. Day by day. Kadang panjang kadang pendek. Kadang cinta-cintaan, kadang maki-makian. Terlalu random bahkan untuk dijadikan satu arsip dalam Aulia's Globe. Tapi tak apa, toh tetap saja setidaknya 20-30 pengunjung tetap datang mengunjungi halaman ini walau tanpa postingan berminggu-minggu.

Bagiku menulis itu seperti minum kopi. Kadang bisa dinikmati, kadang hanya sebagai obat haus. Kadang menghangatkan, kadang bisa membuatmu terjaga hingga dini hari. Kadang dia membutuhkan teman, kadang dia lebih asyik dinikmati sendiri.

Sesekali aku membaca kembali tulisan-tulisanku. Untuk dibaca saja. Tidak pernah sekalipun aku menyalahi karyaku. Mengeditnya agar bisa lebih dinikmati. Bagiku, menulis itu seperti menjalani hidup. Kamu tidak bisa mencoba. Yang ada hanya tulis, atau tidak ditulis. Kamu bisa mengubahnya suatu saat nanti, tapi rasanya akan sangat tidak original. Dan semua yang tidak original itu seringkali tidak nyaman untuk dikenakan. Tidak enak dibaca lagi.

Kadang aku ingin bisa mencintai seseorang seperti aku menulis. Menyukai, tapi tidak berlebihan. Pilihannya hanya ditulis atau tidak ditulis. Aku tidak ingin mencobanya. Ketika aku menulis, pilihannya hanya 2. Dimuat atau tidak dimuat. Hubungan berhasil, atau gagal. Sesederhana itu. Pun ketika menulis, aku cukup puas dengan melihat tulisanku selesai. Seperti mencintai, aku hanya butuh orang yang aku cintai tau benar bagaimana perasaanku padanya. Apakah cintaku akan dipakai atau tidak, itu urusan belakangan. Seperti tulisan, dimuat atau tidak, itu juga urusan belakangan.

Ah menulis. Semoga aku bisa membuat buku suatu saat nanti. Seperti suatu saat nanti ketika aku akhirnya juga akan memiliki seorang suami yang menemaniku menua. Kelak aku akan membaca tulisanku ini dengan senyum. Lihat mas, aku bahkan sudah mencintai kamu jauh hari sebelum kita bertemu :)



Salam hangat,
Calon istri yang suka menulis ditemani secangkir kopi


0 komentar:

Posting Komentar