Home

26 Mar 2013

one-sided love. pffft...

yah biasa, namanya new worker, jadi kemarin-kemarin saya tidak sempat untuk banyak menulis disini. beberapa kali sering saya menulis, lalu saya menghapusnya kembali. saya menulis tentang pekerjaan. ah, rasa-rasanya itu terlalu mainstream. agak sedikit pamer kalau saya baru saja bekerja. jadi beberapa kali pula tulisan-tulisan itu hanya berbaring dengan tenang di box draft dan akan menjadi butiran debu beberapa hari setelahnya (baca: dihapus).

tapi malam ini rasanya ada sesuatu yang menggelitik di pikiran saya. tiba-tiba saya berfikir tentang one sided love. hahaa...yah, kisah cinta saya memang selalu berakhir dengan one-sided love karena saya selalu mencintai orang yang tidak mencintai saya lagi (baca: udah ada yang laen). tapi agak lucu ketika saya mencoba untuk memikirkan one-sided love, jika terjadi bahkan sebelum menyentuh start.

25 Mar 2013

Saya memahami benar bahwa cinta bukan tentang hanya bahagia saja. Saya juga memahami bahwa cinta bukan tentang hanya tertawa bersama dan berlarian di bawah hujan sambil bergandengan tangan. Saya paham bahwa cinta bukan hanya saling berkirim kabar dan mengucapkan selamat tidur. Saya tau bahwa cinta adalah mengerti, bukan kompromi. 

Tapi apa cinta harus selalu tidak bahagia?

16 Mar 2013

saya bisa menghargai satu hal setelah bekerja. bahwa menikmati sunset was a very expensive and rare moment

1 Mar 2013

about twitter (part something)

lagi. masalah dengan twitter. ahahaha...jujur kali ini gue nggak bisa stop buat narik bibir setengah centi ke kanan dan kiri. iya emang, twitter sering bikin kita salah persepsi. tapi asli deh, ketika kamu tidak mengenal baik karakter seseorang yang "sedang" kalian judge-ing, so please don't judge. nah lo, bingung kan?

engga, gue tetep bingung orang yang makan ati sama twitter. jadi begini, twitter itu identik dengan burung. lo tau apa itu burung? binatang. dia berkicau, bukan bicara. dia ngga paham bener apa yang dia suarakan. dia bahkan sering(kali) ngga inget apa yang dia kicaukan sebelumnya. dan ketika lo sakit ati sama 140 karakter, kenapa lo bisa terima ketika cewek lo cuma bilang terserah. itu agak konyol aja sih buat saya.