Home

23 Apr 2013

seuntai selamat pagi

Ini entah kali keberapa kita berpapasan di lorong sempit berundak dengan beberapa anakan yang aku injak, yang kamu pijak. Semua masih sama.

Aku masih saja berjalan dengan kepala menunduk. Kamu masih saja berjalan dengan pandangan lurus kedepan. Tanganku sibuk menggenggam jari jemariku sendiri. Tanganmu asyik memainkan ujung pulpen. Hanya raga kita yang bertemu. Mata kita tidak. Pikiran kita entah. Hati kita belum. Mungkin.

Aku berharap saya memiliki keberanian untuk memberi kamu lebih dari sepasang mata dari kejauhan. Mungkin segaris senyum. Atau satu oktaf nada berbunyi "hai". Atau sebuah percakapan singkat yang bisa menggantikan derap langkah kita yang mulai malas. Seuntai "selamat pagi" terdengar cantik.

Iya. Aku akan mencobanya nanti. Nanti setelah aku berhasil menahan langkahku untuk tidak memutar arah setiap melihatmu berada di ujung tangga yang akan aku lewati.

0 komentar:

Posting Komentar