Home

18 Okt 2010

mawar itu merah

mawar itu tumbuh dihalaman rumahku dengan tiba2
masih muda dan sedikit layu
tapi warna nya yang merah darah begitu membuatku tergerak mendekatinya
aku suka merah
sangat suka merah

kuambil beberapa tetes air untuk membahasi kuncupnya sedikit layu
tidak cukup beberapa tetes di hari itu
kuulangi itu pada keesokan paginya
dan esoknya
dan esoknya lagi
terus hingga dia menjadi sebuah bunga yang indah dan gagah dengan merahnya

aku baru menyadari
keasyikanku padanya membuatku lupa akan lili putih yang aku suka sebelumnya
aku melupakan liliku
dan saat kusadari semuanya terlambat
liliku telah layu
liliku telah pergi

kuambil saja mawar itu, lebih dekat denganku
kuletakkan dia di jendela kamarku dengan pot coklat tanah liat
kupandanginya dengan seksama di setiap waktu senggangku

aku tidak sanggup hanya melihatnya saja
aku ingin menggapainya
ingin menyentuhnya
tidak...aku tidak berani
kudekati dan kucium saja dia sejenak
wanginya khas seperti saat ada upacara kematian
aku suka
aku tetap suka mawar merahku

aku seperti tersihir olehnya
dia seperti bunga terindah yang pernah kulihat
aku ingin menyentuhnya
tidak..aku ingin merengkuhnya

kudekati mawar merah yang telah jadi 2 itu
ku ambil pisau dari laci mejaku
ku potong tangkainya dengan hati2
kulihat beberapa duri menonjol dari tangkainya
tak kuhiraukan

akhirnya aku bisa menyentuhnya
tidak...aku merengkuhnya
aku memeluknya didada sebelah kiriku
ku dekatkan dia dengan jantungku
aku memeluknya sedikit erat sampai aku merasakan ada sedikit rasa aneh di ujung jari telunjukku
jariku berdarah
aku berdarah karena mawar itu

aku melupakan satu hal
bunga merah gagah itu tetap bunga mawar
yang berduri meskipun indah
yang melukai meskipun kau sayangi
yang membuatmu berdarah meskipun kau merawatnya dengan air mata

aku meletakkannya dengan khidmat di atas mejaku
aku memandangnya dengan sedih

mengapa kau lukai aku padahal aku merawatmu dengan penuh kasih
masih kurang kah merah yang kau miliki hingga kau membuat darahku mengalir

aku mengambilnya lagi dengan lebih hati
lalu kubakar saja dia dengan api hingga habis menjadi abu

0 komentar:

Posting Komentar