Home

21 Des 2012

i need to lock my mouth to talk about fashion

agak berbuat dosa apa ya, keseringan mengkritik cara orang berpakaian. well...sebagai seorang yang tidak fashionable sepertinya gue terlalu berani untuk melakukan hal-hal yang (seharusnya hanya dilakukan oleh orang-orang) bersifat profesional semacam itu. seringkali saya tidak terlalu mudah memberikan penilaian kepada bagaimana sifat dan watak seseorang. well...tapi kalau untuk gaya berpakaian, seringkali hal-hal seperti muncul dengan sendirinya di mata gue.

oke, sebutlah gue bukan hijaber (entah kenapa sekarang istilah hijaber itu dipakai HANYA UNTUK mereka yang modis dalam berjilbab, padahal hijab itu sendiri diartikan sebagai penutup aurat bagi wanita terutama rambut, kepala dan dada). gue juga bukan orang yang punya style khusus dalam berpakaian. misal anak vintage, selalu pakai rok/gamis, atau malah pantang pakai rok/gamis (elah...sebut aja tomboy lah ya). gue suka ngasal ketika memilih busana sebelum pergi. i mean in daily life, biasanya baju yang gue pake itu hanya tergantung pada : kemana, dengan siapa, naik apa. jika tidak ada opsi spesial dari salah satunya, jangan harap lo bisa nemuin gue berbusana 'tidak biasa'.

ketika opsi dari kemana hanya akan mempunyai jawaban : kampus, tempat makan deket tempat tinggal. minimarket, pasar, ngumpul main ke KFC atau bahkan long trip dengan angkutan umum, tidak lain dan tidak bukan gue cuma akan pakai jeans, kaus panjang atau kaus pendek dengan jaket (agak bagus pake cardigan), sendal jepit (atau sepatu sendal minjem adek gue pulak) dan kerudung segiempat yang dipeniti satu di puncak belakang kepala.

gaya pakaian baru akan berubah ketika kata kemana menemukan jawaban : mall, rumah sakit, ruang dosen, acara resmi PPI, rumah saudara papa di Brebes ama Purbalingga dan tempat orang punya gawe. biasanya di tempat-tempat seperti ini gue akan sedikit berela hati menggunakan kemeja long sleeves, rok, kebaya, batik, high heels, pashmina bahkan lensa kontak.

ketika opsi dengan siapa hanya menemukan jawaban : sodara rumah, temen kosan (dulu), sobat-sobat cowok yang udah kenal deket atau temen kuliah sehari-hari ya cuma make baju yang terlama nggak dipake, alias di tumpukan baju paling bawah atau gantungan baju paling belakang. ketika opsi nemu jawaban : cowok, temen baru, temen lama yang nggak ketemu, atau (emm...) papa, biasanya gue mulai cari baju-baju yang 'layak'. it means bukan baju yang asal masuk, tapi bener-bener diliat warna, tingkat kesopanan dan ke-matching-annya.

ketika opsi naik apa nemu jawaban : MOTOR, gue cuma akan pakai jeans atau paling butut training. sesekali emang gue mau sedikit bersusah payah pake rok ketika naik motor, tapi harus diliat dulu opsi kesatu dan keduanya. worth it nggak kira-kira buat gue susah payah pake rok naek motor.

Oleh karena maka dari itu, beberapa orang suka heran ketika gue agak sedikit sopan pake rok, pake kerudung dimodel agak 'cantik', lepas kacamata, atau bahkan pake sepatu!

Maka dari itu, sopan nggak sih kalo gue suka ngomentarin orang yang pake baju norak. misal ada cowok, mukanya sih sebenernya kece (kalo dia bisa nemu model rambut yang pas dengan mukanya dia, jangan dipotong a la penyanyi melayu yang mendayu-dayu), dia juga sebenernya mampu beli baju yang bisa ngebikin dia keliatan cool kaya Vino Sebastian atau macho kaya Marcellino Levran ato gaul macem Kevin Viera. tapi sayangnya, karena entah dia hidup bersama teman-teman yang sedemikian style-nya, atau dia nggak punya pacar dengan style yang tinggi, atau emang dia yang stylenya agak low, dia malah sering pake kaos V neck, atau kemeja kotak-kotak warna terang yang dipadankan dengan kemeja jeans dengan gambar (sablon) yang besar di bagian dada dan punggungnya. nilai si kece ini langsung gue kasih 20 secara cuma-cuma.

ato misal ada cewek cantik, putih, rambutnya panjang, poni miring. tapi dia milih buat pake short dress warna stabilo dengan gambar (sablon) yang tulisannya : I am single and very happy yang ada hiasan glitter atau pitanya, dipadu dengan jeans atau legging 3/4 dan pake sepatu crocs KW 37 dan bando pita yang ditali di bawah kepala plus jam tangan casio KW 52 warna kuning (nyaris orange), dengan bangga juga langsung kasih point 20.

Trus siapa dong yang gue kasih poin 80 kalo jalan?? umm....mungkin nilai 80 itu hanya gue kasih buat pria yang tall-slasses-man-with-long-sleeves-folded-bring-iPhone-on-left-hand-and-driving-Fortuner atau kalo cewek, mungkin cuma akan gue kasih 80 buat tante Syahrini yang cetar membahana badaaaiii :)))

Astaga...cetek bener ini isi otak gue yak. Begini kok bilang mau jadi PR pro and so on. Jadi cewek good looking aja susah -___-"

1 komentar: