Home

22 Nov 2010

warm, breath and light (chapter 6)

air mataku luruh
bukan lagi karena tak sanggup menahan perpisahan
tangannya mencengkeramku dengan keras
didekapnya aku dengan sangat erat sampai aku benar2 tidak bisa bernafas
aku tidak bisa berteriak
setengah anfal aku berusaha sekeras tenaga untuk berlari
dengan tubuh basah setengah telanjang
aku tidak bisa bernafas
kepalaku pening
mataku terpejam lagi

Tuhan....
aku tiba-tiba teringat Tuhan
aku merasa sangat takut
bukan karena laki-laki bajingan ini
aku takut pada Tuhan
marahkah Kau kini padaku Tuhan??
setelah bertahun-tahun aku pergi meninggalkanMu?
dan baru sekarang Kau marah padaku?
kenapa tidak sejak kali pertama aku pergi dariMu Kau marah?
mengapa baru sekarang saat aku sudah hampir meregang nyawa seperti sekarang??
Kau menjebakku
aku menangis terlalu kencang sampai aku tak bisa bernafas
tak bisa berfikir
kenapa tak Kau selamatkan aku sekarang Tuhan?
begini caraMu menyiksaku di dunia?
lalu apalagi yang akan Kau berikan padaku setelah aku jadi satu dengan tanah nanti?

kudengar suara surat yasin berkumandang samar entah dari masjid sebelah mana
sepertinya suasana syahdu mengiringi kematianku
eh...apa seperti ini saja rasanya mau mati Tuhan?
pria bajingan itu masih asik menciumi leherku yang basah karena keringat dan air mataku
menurutnya aku yang menangis dan memberontak semakin meningkatkan gairahnya
bau alkohol yang keluar dari mulutnya sungguh membuatku mual



Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya)

aku menangis
"astaghfirullahhal 'adzim...." suaraku lirih dalam sela tangis
"laa ilaa ha illallaah..."

berulang kali kusebut nama Allah dalam berbagai kalimat yang kuingat
seingatku
entah benar entah salah aku lupa
dadaku bergemuruh
menahan sakit, tangis dan rindu yang luar biasa
tubuhku luruh ke lantai ketika ada seseorang yang menarik bajingan itu dari belakang
terhempas ke pohon dan tanah basah
hujan masih mengguyur tubuhku




Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

nafasku terengah
air mataku bercampur dengan hujan
tubuhku menggigil
sedkit lebih hangat ketika ada yang menutup setengah tubuhku yang terbuka dengan kain hangat
seperti handuk atau selimut atau entah apalah
aku tak bisa membuka mata
aku hanya bisa mendengar suara pria itu menangis
dan beberapa tetes air matanya yang jatuh di pipiku terasa begitu hangat
meskipin tangan itu kotor dan dingin tapi aku tau dia bukan pria bajingan tadi
aku tau malaikat telah datang

"kamu akan baik-baik saja...." bisiknya sembari menangis
suaranya tercekat di tenggorokan
seperti aku yang hanya bisa berucap dalam hati
jangan menangis
kumohon jangan menangis.....

0 komentar:

Posting Komentar