Home

29 Nov 2010

warm, breath and light (chapter 7) END

terdengar suara seorang laki-laki tengah mengaji di dekatku
sunyi
hanya ada suara pendingin ruangan sialan yang membuat ujung kakiku terasa kebas
mataku berat
leherku seperti setengah tercekik
ku biarkan mataku tetap terpejam sejenak
sambil ku biarkan suaranya yang jernih merasuk kedalam pembuluh darahku
tenang

kubuka mataku
kurasakan rasa yang hangat menyentuh pipiku
rasanya lebih menyenangkan
"selamat datang makhluk cantikku..."
aku tidak lagi sulit bernafas
tapi kurasa ada udara mengalir lebih dingin melewati rongga dadaku
menyejukkan
dan kulihat wajah itu didepanku
entah siapa dia
mungkin aku lupa mungkin aku memang tak mengenalnya
aku tersenyum dan untuk pertama kalinya aku berkata
"aku mencintaimu...."

laki-laki itu tersenyum
aku mengenal suaranya
ya....itu dia
namun kenapa wajahnya tampak berbeda
dia jauh lebih bersinar
sempurna
benar
sekarang dia telah sempurna
senyumnya yang khas
dan matanya yang sayu itu kembali membuatku merasa rindu dan perutku bergejolak

dibelainya rambutku dengan lembut
aku menangis
aku teringat kejadian itu lagi
"Allah memiliki jalan sendiri untuk dia, sayang..." ujarnya lembut
aku tak mengerti apa yang dia katakan
tiba-tiba aku terkesiap
aku memegang perutku
dia mengangguk
"Allah sedang mengujimu dengan begitu berat, hanya engkau yang bisa melaluinya dengan benar sayang..."
air mataku luruh dari kedua sudut mataku
kurasakan tetesannya yang jatuh ke bantal
dadaku terasa sesak seketika

ku genggam tangannya yang hangat
kucium jemarinya yang besar untuk membantu menenangkanku
tak sanggup
jemarinya yang wangi dan hangat pun tak sanggup menenangkanku
hatiku terlalu berduka
baru sebulan lalu aku bisa melihat suamiku tersenyum lebih bahagia dari pria manapun di dunia saat ku beritahu bahwa dia akan menjadi seorang ayah
dan kini kulihat dia tersenyum lebih tegar dari pria manapun yang pernah kulihat demi menguatkan aku
aku sungguh merasa berdosa padanya
"maafkan aku......" isakku dengan airmata yang masih mengalir dari sudut mataku

raut wajahnya tampak bingung
"buat?"
aku tak sanggup menjawab
"peluk aku mas........."
direngkuhnya tubuhku dengan lembut ke dalam pelukannya
aroma tubuhnya yang khas aku hirup dalam-dalam
air mataku membasahi baju putihnya
dia membelai rambutku dengan tangan kanannya
aku tau dia ingin menangis, aku bisa merasakan dadanya seperti menegang
tidak
dia tidak pernah menangis di depanku
dia tidak akan pernah membuatku semakin bersedih
"ajari aku shalat lagi mas.....aku ingin shalat. aku ingin kembali padaNya."
dia melepas pelukannya
dipandangnya wajahku dalam-dalam
dia membelai pipiku alih-alih mencengkeram leherku
satu tetes air mata jatuh dari matanya dan air menggenang di mata lainnya
ku hapus air mata nya dengan jari-jariku yang dingin
"aku terlalu mencintai kamu dan dia melebihi Dia.... itu sebabnya Dia mengambilnya agar aku ingat siapa pemilik dia sebenarnya. aku tidak ingin menunggu kehilanganmu untuk kembali..."
airmatanya jatuh tak terkendali
aku memeluknya lagi
lebih erat
lebih dalam
"aku mencintaimu..."

0 komentar:

Posting Komentar