Home

4 Jan 2012

putar lagi rodanya

mau nggak dipikir ya kepikiran, mau dipikir tapi kepala rasanya overloaded banget. ini masalah rasa ga ada habisnya. gue pikir setelah kemarin dibikin bangkrut sebangkrut-bangkrutnya sekarang akhirnya bisa dibangunin lagi sama Allah. katanya roda itu berputar, tapi ini kok nggak naik-naik gitu rasanya.

nasib jadi anak tertua dirumah itu harus bisa ngalah dan terima dikata-katain. ngalah ngurus skripsinya dipending terus gara-gara masih ga bisa ke solo, dikata-katain karena skripsi nggak selesai-selesai padahal selama ini juga pendingnya demi ngalah sama anggota keluarga yang lain. serba salah? nggak juga sih. memang terkadang memahami orang tua yang semakin berumur itu butuh kesabaran ekstra.

dan sayang sekali menyedihkannya gue bukan anak yang bisa mengabaikan satu masalah dengan mencari sesuatu untuk menyenangkan diri sendiri. sebutlah namanya prihatin. prihatin dengan tidak kebanyakan gaul sana sini. nggak ngadu kesana sini. tapi dengan nangis tiap hari? oh my.....ini yang agak salah sepertinya.

mau gimana. sebenernya semuanya bisa saja jadi lebih mudah kalau saja gue bisa share sama satu atau dua orang terdekat gue. dan itu baru bisa gue lakuin semalem, itupun sama adek gue, yang gue nggak peduli dia paham atau nggak masalah gue. at least bisalah ngurangin beban gue selama beberapa bulan terakhir. seperti udah lama banget gue nggak cerita ama siapa-siapa.

mau dipikir nggak dipikir masalah gue sama si precious itu juga uhhuk banget. didiemin juga gue bukan orang yang bisa mengabaikan masalah gitu aja. diurusin juga aiiiiihh....nangis lagi lah gue. satu yang kudu gue pahamin lagi deh, dulu gue gampang jatuh cinta sama tu orang, jadi lebih baik gue pilih menjalani 'cinta' gue secara gampang aja. dengan atau tanpa status mungkin. he. entahlah. jadi rancu mana yang jadi prioritas gue. semua masalah yang random itu yang jelas berhasil ngebikin gue DROP dan tidak bersemangat.

yuk Tuhan, boleh loh roda idup gue diputer keatas lagi. :)

0 komentar:

Posting Komentar